Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Penjaga Pakir Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

×

Penjaga Pakir Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

Sebarkan artikel ini
5 mayat 3klm blur
Olah TKP – Petugas saat melakukan olah TKP dilokasi penemuan jasad korban. (KP/Andui)

Banjarmasin, KP – Seorang penjaga parkir bernama Belly Andra (40), ditemukan ibu tirinya dalam keadaan meninggal dunia di rumahnya, Jalan Simpang 3 Sungai Bilu, RT 12 RW. 02 Banjarmasin Tengah, Sabtu (8/10), sekitar pukul 16.00 WITA.

Saat ditemukan kondisi jasad sudah dalam keadaan membengkak dan mengeluarkan bau menyegat. Temuan mayat ini telah menggegerkan warga sekitar.

Kalimantan Post

Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Dodi Harianto SIK MH melalui Kanit Reskrim, Iptu I Gusti Ngurah Utama STRiK MH, mengatakan, mayat itu pertama kali ditemukan ibu sambung korban, Hj Fatma (68).

Ceritanya, Hj Fatma, curiga karena korban sudah sekitar tiga hari tidak keluar rumah dan tidak pernah bertemu. Lalu, ia meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memeriksa rumah yang dihuni korban.

“Saat dilakukan pemeriksaan, didapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, lalu melaporkan kejadian ini ke Mapolsekta Banjarmasin Tengah,” ujarnya.

Saat ditemukan posisi korban dalam keadaan terbaring terlentang di atas kasur tepatnya dalam kamar lantai dua.

Kondisi korban hanya menggunakan celana dalam dan tidak memakai baju, dan untuk kondisi korban tidak terlihat tanda-tanda kekerasan fisik. Kemudian di lantai dekat tubuh korban, didapati obat paramex.

Selanjutnya, jasad korban dibawa ke kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin

Dari keterangan, korban berdiam di rumah tersebut seorang diri, karena telah bercerai dengan istrinya. Dan korban menjadi juru parkir di depan Bakso Sabarno, tak jauh dari rumahnya.

Berdasarkan keterangan Hj Fatma, jika rumah korban tidak jauh dari rumahnya.

“Waktu ketemu tiga hari sebelumnya, korban mengeluh sakit karena pernah terjatuh di kamar mandi. Setelah itu tidak ada lagi bertemu,” katanya.

Sementara adik kandung korban Welly Ramadhan menyatakan, berdasarkan musyawarah, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

Baca Juga :  Polda Papua Amankan 14 Orang dalam Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe

“Pihak keluarga telah menerima kematian korban tersebut secara ihklas dan menganggap ini sebagai musibah,” sebutnya. (fik/K-4)

Iklan
Iklan