JAKARTA, Kalimantanpost.com – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke PT Sang Hyang Seri (SHS), Kamis (7/5/2026), guna memastikan ketersediaan benih padi unggul sebagai penopang ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel H. Kartoyo bersama Dinas Pertanian Kalsel dan diterima Direktur SHS Adhi Cahyono Nugroho. Kartoyo menegaskan pentingnya jaminan mutu dan kesinambungan pasokan benih bagi petani Banua.
Menurut pemaparan direksi SHS, proses penyediaan benih bersertifikat tidak instan dan memerlukan waktu hingga dua tahun. Kalsel sendiri telah memiliki fasilitas pengolahan dan penyimpanan benih di Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan.
Kartoyo menilai penguatan pertanian menjadi langkah strategis di tengah menurunnya ketergantungan pada batubara. Tahun ini, produksi padi Kalsel mencapai 1.179.000 ton atau setara Rp7,7 triliun, menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua setelah PNBP batubara.
Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian Kalsel, Zainal Arifin, menyebut produksi padi 2025 menembus lebih dari 1 juta ton dan menempatkan Kalsel di peringkat ke-12 nasional. Capaian itu, ujarnya, sangat ditentukan oleh ketersediaan benih unggul.
Saat ini terdapat 249 penangkar benih di Kalsel yang sebagian besar berada di desa. Perputaran kebutuhan benih mencapai sekitar Rp134 miliar per tahun dan dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa serta menyerap tenaga kerja.
Zainal menambahkan, sekitar 50 persen keberhasilan produksi pertanian ditentukan mutu benih. Karena itu, kolaborasi DPRD, Dinas Pertanian, dan SHS dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan di Kalsel.
Pihak SHS menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.(nau/KPO-1)















