Film JSS Diprotes Dewan
Ibnu Sina : Kalau Gak Tau Ya Nanya!

Pembuatan film Jendela Seribu Sungai (JSS) yang digarap Pemko Banjarmasin menjadi perbincangan hangat DPRD setempat, karena dinilai terlalu besar menyedot anggaran daerah.

BANJARMASIN, KP – Pembuatan film Jendela Seribu Sungai (JSS) yang digarap Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memang sedang menjadi perbincangan hangat di jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Pasalnya, selain anggaran yang dinilai terlalu besar, rata-rata anggota legislatif yang duduk di kursi wakil rakyat itu menilai bahwa mereka sama sekali tidak tahu ada pengusulan anggaran untuk pembuatan film.

Anggaran yang cukup besar tersebut dinilai tidak memiliki urgensi dibandingkan untuk pembangunan Kota Banjarmasin.

KLARIFIKASI – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina saat mengklarifikasi pembuatan film Jendela Seribu Sungai. (KP/zakiri)

Meski demikian, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengaku pembuatan film itu sebenarnya tidak perlu ada yang dikontoversikan. Karena menurutnya rencana pembuatan film tersebut sudah sangat lama.

“Pada saat lounching buku novel itu sudah sampai pada wacana kalau buku ini laris maka alangkah baiknya ini diangkat ke layar lebar,” ucapnya saat ditemui awak media di lobi Balai Kota, Kamis (17/11).

Menanggapi penggunaan anggaran sebesar Rp6,6 miliar untuk sebuah film. Ibnu menilai bahwa hal tersebut masih sangat wajar untuk membuat film yang berkualitas. “Membuat film jangan abal-abal,” tukasnya.

“Apalagi aggaran segitu dibandingkan dengan anggaran infrastruktur sangat jauh. Untuk anggaran infrastruktur hampir Rp400 miliar. Apalagi untuk pendidikan, kesehatan, hampir Rp600 miliar,” bebernya.

Bahkan ia membandingkan APBD sebesar Rp6,6 miliar untuk membuat sebuah film JSS ini dengan film-film buatan pemerintah lainnya. “Apalagi saat inikan banyak daerah yang membuat film. Bisa di tanding anggarannya,” tandasnya.

Ibnu Sina juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan dengan pembuatan film ini merupakan keberpihakan Pemko terhadap para budayawan dan para pelaku ekonomi kreatif yang berkecimpung di sektor film, videografis, sinematografi.

Berita Lainnya

AMPG dan KPPG Jadi Mesin Kemenangan Golkar

Komisi I Fokus Upaya Pencegahan Narkoba

1 dari 7.146
loading...

“Tidak ada salahnya keindahan kota, objek-objek wisata di Banjarmasin ini diangkat ke layar lebar,” tuturnya.

Bahkan, kalau adegan dirinya dihilangkan dalam film JSS tersebut tidak menjadi masalah buatnya pribadi. “Kan itu paling tidak cuma 15 detik sampai 30 detik. Kan bukunya ada,” jelasnya.

Ibnu Sina kembali membandingkan dengan Kepulauan Bangka Belitung yang awalnya tidak dikenal hingga kini dikenal dengan negeri laskar pelangi.

Hal tersebut dikarenakan film Laskar Pelangi yang sangat booming, yang mengakibatkan Kepulauan Bangka Belitung sangat dikenal hingga kini.

Meski demikian ia mengaku dengan film JSS ini belum bisa memastikan apakah bisa sama suksesnya dengan film Laskar Pelangi. “Kita tidak bisa menjamin juga akan sukses. Tapi kita melakukan upaya lewat film itu ya tidak ada salahnya,” paparnya.

“Kemudian tanyakan saja kepada sutradaranya, apakah biaya Rp6 miliar ini untuk korupsi, itu tidak. Karena memang segitu biayanya,” lanjutnya.

Ibnu juga membandingkan dengan penggarapan film Syech Arsyad Al Banjari yang saat ini masih dalam proses pembuatan.

“Kenapa itu sepi-sepi saja tidak ada yang protes. Tapi ketika Banjarmasin kenapa protes film JSS,” cetusnya.

“Jadi saya kira seharusnya fair saja menilainya,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat DPRD Kota Banjarmasin akan memanggil terkait untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Kalau tidak tau yang bertanya. Karena Dinas ini kalau tidak ditanyakan mereka tidak akan menyampaikan,” ungkapnya.

“Kan di Dinas itu banyak juga anggaran yang harus disampaikan. Oleh karena itu kami menghargai hak anggaran, dan ini juga sudah diketuk palu dan anggarannya juga ada,” tandasnya. (kin/K-7)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya