Gencarkan Penyuluhan dan Pengobatan

Banjarmasin, KP – Penyakit Scabies atau dikenal dengan kudis menyerang puluhan siswa SDN Alalak Utara 3, Kota Banjarmasin, menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Pasalnya, dalam satu sekolah yang berlokasi di Gang SDN, RT 7, Jalan Alalak Utara,Kecamatan Banjarmasin Utara itu, petugas puskesmas setempat menemukan sebanyak 36 siswa terkena penyakit kulit yang disebabkan kutu Sarcoptes Scabiei tersebut.

Alhasil, para siswa tersebut terpaksa harus menahan rasa gatal dan perih di tubuhnya akibat penyakit tersebut.

Kepala Sekolah SDN Alalak Utara 3, Nurul Fajriah mengatakan, kasus penyakit scabies pada siswanya itu sudah terjadi sekitar dua bulan yang lalu, ketika ada penyuluhan tentang makanan sehat dari Puskesmas Alalak Tengah.

“Waktu itu ada pemeriksaan kondisi kesehatan, dan setelah diperiksa petugas puskesmas, siswa kami diindikasi mengalami gejala scabies,” ucapnya saat ditemui awak media di SDN Alalak Utara 3, Rabu (16/11) siang.

Ia menjelaskan, gejala yang dirasakan siswanya berupa gatal-gatal, ada bentol-bentol kecil, sampai luka yang perih akibat bentolan tersebut pecah. Khususnya di bagian kaki dan tangan.

Bahkan menurutnya, ada siswanya yang mengalami gejala yang parah, karena gatal-gatal dan bentolan itu sampai mengeluarkan nanah. Jika itu pecah maka akan lebih terasa perih.

Diketahui, scabies ini memiliki intensitas penularan yang cepat dan menyebar melalui kontak fisik dekat dalam keluarga, sekolah.

Ia menceritakan, kondisi tersebut itu bahkan sampai membuat sejumlah siswanya terpaksa tidak memakai sepatu akibat scabies di bagian sela jari kakinya sudah parah.

“Malahan sampai ada siswa kami yang kesulitan makan dan menulis waktu mengikuti pelajaran di sekolah gara-gara di sela jari tangannya terkena scabies,” ungkapnya.

Banyaknya siswa yang tertular scabies ini tentunya diakui Nurul menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pihaknya. Bukan tanpa alasan, ia khawatir penyakit ini akan semakin menjadi-jadi jika lambat ditangani.

“Karena itu kami mengkoordinasikan kondisi ini dengan Puskesmas Alalak Tengah agar apa yang dialami siswa kami ini bisa cepat ditangani

Beruntung kondisi tersebut mendapat respon dari pihak puskesmas yang melakukan pengobatan pada siswa SDN Alalak Utara 3 pada Selasa (15/11) kemarin.

Sehingga menurut Nurul saat ini jumlah siswa yang terjangkit scabies sudah mulai berkurang. “Alhamdulillah sekarang sudah banyak lukanya yang kering. Tapi kekhawatiran penyakit ini muncul lagi tentu tetap ada” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 5,746
loading...

Nurul menambahkan, kebanyakan yang terjangkit penyakit scabies ini adalah siswa yang duduk di Kelas IV dan V.

“Kami berharap penyakit yang dialami para siswa ini bisa segera teratasi agar tidak ada lagi siswa kami yang gatal-gatal,” pungkasnya.

Tak hanya siswa di sekolah dasar, scabies juga menyerang puluhan warga di 2 Rukun Tetangga (RT) di kawasan tersebut. Seperti warga Alalak Utara di RT 7 dan 8.

Yana, salah satu warga setempat mengatakan, jika penyakit tersebut sudah terjadi hampir 2 bulan ini.

“Di keluarga saya ada 7 orang di dalam rumah kena semuanya, gatal-gatal dan bentol sampai bernanah,” elasnya kepada awak media. Adanya penyakit kulit ini, kata dia pihaknya sudah dilaporkan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.

Bukan tanpa alasan kata dia, penyakit ini tentunya meresahkan warga meski tidak mengakibatkan demam, namun penularan terjadi sangat cepat dan masif.

Untuk mengurangi rasa gatal, warga menggunakan obat yang didapat dari Puskesmas setempat. Namun, senada dengan Kepsek SDN Alalak Utara 3, Yana berharap penyakit ini bisa segera ditangani dan diberi perhatian khusus, karena khawatir bisa menyebar luas.

“Yang paling banyak terkena gatal-gatal ini ada di RT 7, hampir satu RT semuanya disini terjangkit semua. Jadi kami resah,” ujarnya.

Kejadian juga menjadi atensi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin. Menurut Kadinkes Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, pihaknya sudah menurunkan jajaran kesehatan untuk melakukan pemeriksaan di kawasan tersebut.

“Kita sudah intervensi dari pihak puskesmas untuk melakukan pengobatan,” ungkap Ramadhan beberapa waktu lalu. Namun, ia tak menampik jika pengobatan tidak bisa dilakukan secara rutin.

“Sebenarnya pengobatannya itu harus rutin. Kadang keluarga dan anak-anak tidak kembali ke puskesmas, jadi tidak maksimal dan tidak sembuh,” bebernya.

Ramadhan pun membeberkan, jika penyebab terjadinya serangan scabies ini karena lingkungan yang kurang bersih. “Ya sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehatnya lah,” ujarnya.

Dari laporan terakhir kata dia sudah puluhan warga yang terkena penyakit kulit ini.

Pihaknya pun terus melakukan edukasi dan pengobatan secara gratis kepada warga Alalak Utara.

“Kemarin kita sudah edukasi, penyuluhan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dan kita laksanakan pengobatan sekaligus,” tuntasnya. (Kin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya