Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Museum Banjarmasin Diklaim Sudah Selesaikan 80%

×

Museum Banjarmasin Diklaim Sudah Selesaikan 80%

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 Klm Rumah Ibadah
BANGUNAN MUSIUM - Bangunan museum Kota Banjarmasin yang progresnya sudah mencapai 80%. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Kawasan Muara Kelayan di Kecamatan Banjarmasin Selatan, menjadi lokasi pembangunan Museum Sungai Kota Banjarmasin. Hingga kemarin (3/10) progresnya diklaim sudah mencapai hampir 80 persen.

Proyek museum ini digagas Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin. Dimulai sejak 23 Juni, dan ditarget rampung akhir Desember 2022.

Kalimantan Post

Khusus bangunan museum, dana yang dikucurkan, sebesar Rp3,8 miliar. Menggunakan APBD Banjarmasin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tiang beton, dinding hingga rangka atap museum sudah mulai tampak. sejumlah pekerja masih sibuk melakukan pengecoran bangunan yang berjarak tak jauh dari kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kelayan itu kemarin (3/11).

Dua orang konsultan pengawas, Nasrullah dan Irwan yang dibincangi awak media di lokasi itu mengatakan, progres pembangunan museum sudah hampir 80 persen.

Menurut Nasrullah, tinggal pemasangan atap, istalasi air bersih, listrik, kamera pengawas atau CCTV dan penerangan jalan umum (PJU).

“Lalu, pembuatan taman, sekaligus nantinya ada pemindahan meriam yang sebelumnya ada di kantor Disbudporapar,” ungkapnya.

Senada, Irwan menjelaskan, di dalam museum nantinya, selain ada ruang pamer benda-benda koleksi museum, juga ada bilik-bilik khusus.

“Terdiri dari ruang arsip, ruang koleksi perbaikan benda koleksi atau ruang kurator museum, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Disinggung apakah pembangunan museum bisa rampung di akhir Desember, Nasrullah dan Irwan meyakinkan bisa. Lantaran proyek tersebut dikerjakan tiap hari.

“Utamanya sedari pagi hingga sore. Atau mungkin malam apabila ternyata terhambat, lantaran ketika siang itu hujan mengguyur,” tutupnya.

Mengingatkan pembaca. Sudah sejak lama Pemko Banjarmasin menginginkan adanya pembangunan museum khusus Kota Banjarmasin.

Apalagi bila melihat usia Kota Banjarmasin yang sudah hampir lima abad. Tepatnya, berusia 496 tahun. Namun kini, rampungnya museum sudah hampir di depan mata.

Baca Juga :  Belajar Tak Harus di Kelas, Bunda PAUD Ajak Anak Kenal Literasi di Taman Jahri Saleh

Di sisi lain, di kawasan dibangunnya museum itu, dulunya berdiri sebuah rumah kuno khas Banjar milik warga atas nama Syarifuddin.

Lahan bangunan itulah yang dibeli oleh pemko pada periode tahun 2018 hingga 2019 lalu.

Melihat dari Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada sejak tahun 2019 lalu, bentuk utuh bangunan museum itu nantinya mengadopsi bangunan awal. Yakni, rumah khas Banjar.

Di dalam museum itu akan ditampilkan banyak benda-benda bernilai sejarah. Sebagian di antaranya, yang dimiliki oleh pemilik asal lahan bangunan, alias ahli waris.

Terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan bahwa keberadaan museum juga perpustakaan adalah simbol peradaban sebuah kota.

“Kalau datang ke kota mana saja, lebih-lebih ke luar negeri, kita pasti mencari museum. Kita ingin tahu, seperti apa cerita kota yang kita datangi,” ujarnya, kemarin (3/11).

“Jadi mudah-mudahan, tahun ini bisa tercapai pembangunannya. Lalu secara perlahan, koleksinya dilengkapi,” ujarnya.

Koleksi seperti apa yang diknginkan Ibnu? Ia bilang, tidak hanya benda-benda bernilai sejarah saja. Ia menginginkan, dalam museum juga tersaji dokumen-dokumen peting tentang sejarah Kota Banjarmasin.

“Baik yang ada di museum nasional, hingga museum yang ada di luar negeri. Misalnya, yang ada di museum Belanda,” ucapnya.

Bisa dalam bentuk dokumen yang fisik. Atau paling tidak paling tidak, dalam bentuk dokumen-dokumen digital.”Itu harus kita ambil, kemudian disajikan lagi di museum Banjarmasin,” tekannya.

“Walaupun museum kota ini mungkin tidak begitu besar, tapi paling tidak nantinya ada sudut di mana bisa disajikan dokumen-dokumen digital,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Ibnu mengaku bakal membicarakan hingga berkerja sama dengan pemerintah pusat.

“Sebelumnya, mungkin kita bisa melihat tampilan foto atau video bahari tentang Kota Banjarmasin. Tapi kualitasnya, masih kurang,” keluhnya.

Baca Juga :  Wali Kota Cup Banjarmasin Gaet 900 Lebih Kicau Mania, Pemain Akar Rumput Ikut Unjuk Gigi

“Siapa tahu, kalau bekerja sama langsung, entah dengan pihak museum nasional atau museum luar negeri, kita bisa mendapatkan file foto atau video yang kualitasnya lebih baik,” ungkapnya.

Ibnu mengakui, saat ini ada banyak dokumen hingga benda-benda bernilai sejarah yang ada di tangan pemerintah pusat hingga pemerintah luar negeri. Jumlahnya tidak sedikit. Setidaknya, ada sebanyak 400.000 artefak.

“Kami minta dibantu untuk yang berkaitan khusus Kota Banjarmasin. Tapi memang perlu waktu karena harus diseleksi dari sekian banyak jumlahnya. Kendati demikian, semoga saja bisa terwujud nantinya,” tandasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan