46 Kasus dengan Ratusan Ribu Kubik Kayu di Kalsel

Banjarbaru, KP – Sepanjang tahun 2022, jajaran Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, menangani 46 kasus kejahatan kehutanan. Kasus tersebut terdiri dari temuan, sitaan, dan pengungkapan.

Dari 46 kasus itu, terdapat beberapa barang bukti.

Pertama kayu bulat dan olahan dengan jumlah 199,648 kubik, truk 2 unit, alat tebang chainsaw 5 unit, dan peralatan tambang emas illegal 11 unit.

Pengungkapan dan temuan kasus tersebut tersebar pada 10 unit kerja di bawah Dishut Kalsel.

Dari 10 unit kerja tersebut, pengunkapan paling banyak di kelompok pengelolaan hutan (KPH) Kayutangi, Kusan, dan Tanahlaut masing-masing 7 kasus. Berikutnya KPH Cantung dan Balangan masing-masing 6 kasus.

Selanjutnya KPH Sengayam dan Tabalong masing-masing 5 kasus. Sementara selebihnya di bawah 5 kasus.

Kepala Bidang Pengamanan dan Konservasi Sumber Daya Alama dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Kalsel, Pantja Satata, melalui Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dishut Kalsel, Haris Setiawan, menjelaskan sejatinya tiap-tiap KPH ditarget mengungkap 1 kasus 1 bulan.

Jika dikalkulasi, 1 unit kerja ditarget 12 kasus perbulan.

Dengan jumlah itu sejatinya kasus yang harus diungkap 120.

Menurut Haris, jika dibandingkan tahun lalu terjadi penurunan kasus. Tahun lalu jumlahnya 60 kasus.

Berita Lainnya
1 dari 1,793
loading...

“Ada beberapa faktor mengapa kasus menurun.

Salah satunya karena cuaca sehingga kegiatan kami di lapangan terbatas. Selain itu, pelaku kejahatan kehutanan juga update diri.

Contoh kami dapat informasi ada kegiatan kejahatan hutan, setelah personel ke lapangan sudah tidak ada kegiatan,”ujar Haris.

Ia menegaskan kegiatan pengamanan hutan tidak hanya diukut dari pengungkapan kasus.

Jauh dari itu semua, kegiatan yang paling utama adalah pemberdayaan masyarakat.

“Kasus bisa menurun apabila pemberdayaan berjalan baik. Justru harapannya itu masyarakat teredukasi dan beralih dari tindak pelanggaran ke program pemanfaatan hutan.

Salah satu kegiatan kami sosialisasi dan edukasi pemanfaatan hutan,” ucapnya.

Lantas bagaimana dengan tahun ini ?. Haris menyebut pihaknya tidak menurunkan target pengungkapan kasus, 1 unit kerja 1 kasus perbulan.

Kepala Dishut Kalsel,Hj. Fathimatuzzahra sudah membuat arahan tidak akan menurunkan target. “Target pengungkapan kasus unit kerja tidak akan mengalami penurunan dan tidak menurunkan intensitas kegiatan.

Sebisa mungkin dikencangkan lagi, tahun ini harus lebih kuat lagi terutama koordinasi dengan penegak hukum,” pungkasnya. (mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya