Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OPINI PUBLIK

Kiat dan Hikmah Olahraga di Bulan Puasa.

×

Kiat dan Hikmah Olahraga di Bulan Puasa.

Sebarkan artikel ini

Oleh : Edi Sasmito

Pernahkah mendengar kata-kata, “Jangan olahraga berlebihan saat puasa nanti lemas!!!”. Itulah yang sering terdengar di masyarakat. Psikologi orang yang puasa akan muncul persepsi, bahwa puasa akan membuat tubuh lemas karena kekurangan energi pada tubuh. Apalagi ditambah dengan olahraga, akan meningkat derajat kelelahanya. Oleh karena itu, haruslah di atur aktifitas jasmaninya agar tidak terjadi kelelahan yang berlebihan.

Puasa, menurut Guru Khalidi yang merupakan penceramah agama, adalah perintah Allah yang sangat berat. Karena sangat bertentangan dengan hawa nafsu. Namun sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT, meyakini bahwa semakin berat perintah Allah SWT itu, maka semakin besar manfaatnya. Diantara manfaat puasa, adalah menjadikan manusia berakhlak mulia, mendidik manusia bersifat sabar, syukur, berlaku adil dan lain-lainya. Bahkan dengan puasa dapat mengantarkan manusia menjadi orang yang mulia di sisi Allah SWT.

Dari segi psikologi, menurut Siti Nuzuliah, yang merupakan dosen jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES, puasa Ramadan merupakan sebuah upaya untuk memutus rangkaian panjang gelombang emosi negatif. Menurut Syahrir, selaku guru fiqih MAN 3 Barito Kuala, bahwa ada sebuah hadis, yaitu “Shuumu Tashihhu”, yang artinya puasalah niscaya kamu akan sehat. Sehat apa? Sehat lahir dan bathin imbuh beliau.

Dalam puasa ada beberapa keutamaan-keutamaan, antara lain puasa merupakan amalan yang bisa menghapus dosa yang dilakukan mukallaf. Puasa juga merupakan ibadah yang istimewa, juga merupakan hikmah yang utama dalam membentuk akhlak seorang manusia (Rahmi A, 2015).

Olahraga adalah sebagai salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang tersebut setelah melakukan olahraga. (Anggar D A, 2015). Olahraga yang tidak lagi semata persoalan fisik-biologis, melainkan berkaitan dengan pengalaman jiwa dan spiritualitas manusia yang memberikan makna dan mengarahkan pada pertumbuhan personal yang seimbang. Bagi Atlet dapat menjadikan ibadah sebagai cara mengatasi stres pertandingan atau menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman berperilaku di lapangan. (Qoriah A, 2014).

Baca Juga:  Urgensi Kemampuan Berbahasa Inggris bagi Generasi Millenial

Bagaimana olahraga ketika puasa? Bagaimana cara olahraga yang baik ketika dalam kondisi puasa? Olahraga apa yang dianjurkan dan tidak dianjurkan? Meskipun memiliki berbagai keterbatasan selama menjalankan ibadah puasa, bukan berarti aktivitas sehari-hari hanya diisi dengan tidur atau bermalas-malasan. Selain efektif untuk mengatasi rasa jenuh dan mengantuk, olahraga memberikan manfaat positif pada kesehatan dan membuat tubuh tetap bugar di tengah kewajiban melaksanakan ibadah puasa (Majalah Mitra Keluarga, 2016).

Olahraga yang dilakukan pada saat berpuasa mempunyai tujuan pemeliharaan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Artinya, harus mampu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot-otot, jantung lebih aktif, dan zat asam atau oksigen lebih banyak terhirup sebagai proses metabolisme tubuh. Selain itu, mengurangi risiko penurunan otot atau penurunan fisik yang terlalu dalam. Selama puasa, fisik pada umumnya mengalami penyusutan. Nah, untuk menjaga masa otot atau fisik diperlukan olahraga (www.unesa.ac.id, 2023).

Selain itu banyak penelitian menyelidiki dampak latihan fisik atau olahraga pada beta-endorphin dan sebagian besar dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, beta-endorphin meningkat di semua latihan (Purnomo E, dkk 2020). Fungsi hormon endorphin yaitu Mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman, meningkatkan suasana hati, Meningkatkan rasa percaya diri, Mengurangi stres, depresi, dan rasa cemas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung memori dan fungsi kognitif (www.alodokter.com, 2023).

Bagaimana olahraga saat puasa? Menurut Prasetyo Y (2009) olahraga dapat dilakukan dengan intensitas 40 persen hingga 50 persen lebih sedikit. Latihan atau olahraga di bulan Ramadan cukup dilakukan satu kali dalam sehari. Selain untuk menghindari terjadinya resiko dan cedera yang tidak diharapkan, dibutuhkan istirahat yang cukup sebagai persiapan pada hari-hari berikutnya. (Triangto dalam Majalah Mitra Keluarga, 2016). Aktivitas fisik minimal 30 menit akan membuat tubuh tetap bugar (www.promkes.kemkes.go.id). Hindari melakukan olahraga yang terlalu berat, sebab olahraga dengan intensitas tinggi malah bisa meningkatkan risiko cedera. Beberapa jenis olahraga malam yang dianjurkan adalah jalan santai, bersepeda, atau berlari di treadmill (www.halodoc.com), senam, yoga, pilates (Mandiri in health, 2019).

Baca Juga:  Era Digital Milik Siapa?

Menurut Zouha H et all (2020) merekomendasikan bahwa atlet ketahanan harus menghindari pelatihan intensitas tinggi saat berpuasa. Setiap berolahraga di bulan ramadhan jangan lupa melakukan pemanasan dan pendinginan. Lakukan gerakan-gerakan peregangan (stretching) dengan tujuan dapat terhindar dari cedera atau nyeri otot setelah melakukan olahraga (Isti D P, 2019).

Sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia olahraga, seharusnya tetap melakukan aktivitas olahraga minimal untuk menjaga kebugaran jasmani. Aktivitas jasmani pada saat Ramadan dapat dilakukan, meskipun ada perubahan pada jam, yaitu pada waktu mendekati buka puasa (Isti D P, 2019). Kalau melihat pada akun you tube para atlet, seperti Mohamed Salah (pemain sepak bola Liverpool F.C), Zohri (atlet lari Indonesia), Rivan Nurmulki (atlet bola voli Indonesia), mereka tetap melaksanakan latihan walaupun dalam kondisi puasa untuk menjaga kebugaranya.

Nah begitu banyak manfaat puasa dan olahraga. Mari tetap olahraga di bulan puasa, jangan lupa ingatkan siswa-siswi, keluarga dan teman. Silahkan memilih waktu yang tepat untuk berolahraga tentunya supaya tidak mengganggu ibadah puasa dan tubuh tetap bugar. Semoga bulan puasa ini segala aktifitas dicatat sebagai amal baik. Aamiin. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Iklan
Iklan