Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Banjarmasin Tawarkan Atasi Kemacetan di Sungai Andai

×

Banjarmasin Tawarkan Atasi Kemacetan di Sungai Andai

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, KP – Wilayah Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara, menjadi salah satu titik kemacetan lalu lintas terparah di Kota Banjarmasin.

Kemacetan yang terjadi biasanya pada pagi hari pada jam berangkat sekolah dan kerja, serta pada petang hari seusai jam pulang kerja.

Kalimantan Post

Diperkirakan kemacetan dari jalan Sultan Adam hingga persimpangan jalan Padat Karya, terjadi akibat arus keluar masuk sebanyak 40.000 lebih warga yang beraktivitas pada pagi hari dan sore hari.

Untuk mengurai kemacetan yang rutin terjadi, Dinas Perhubungan rutin menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas, namun akibat jalan yang sempit, kemacetan lalu lintas sering terjadi.

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina saat ditemui di Balaikota Banjarmasin, mengatakan untuk mengurai kemacetan di wilayah Sungai Andai, Pemko Banjarmasin berencana membangun jembatan penghubung wilayah Cemara Raya -Sungai Andai.

Pembangunan jembatan ini untuk mengurangi kemacetan dan penumpukan arus lalu lintas satu-satunya di Jalan Sultan Adam.

“Jembatan ini sebagai pemecah arus lalu lintas, yang selama ini untuk keluar dan masuk ke pemukiman Sungai Andai harus melewati jalan satu-satunya melewati Sultan Adam” kata Ibnu Sina.

Pembangunan jembatan ini mengalami kendala pada pembebasan dari sisi wilayah Cemara Raya, sementara pada sisi Sungai Andai tidak ada permasalahan karena sudah menjadi Fasum milik Pemko Banjarmasin.

Ibnu Sina sendiri optimis bisa menyelesaikan pembebasan lahan dengan anggaran sekitar 5 hingga 7 milyar Rupiah.

Anggaran jembatan yang menjadi solusi kemacetan di Sungai Andai mencapai kisaran 15 hingga 20 milyar rupiah yang mulai dibangun pada tahun 2024 mendatang.

“Pemko Sendiri telah melakukan kajian dan survei untuk mengatasi kemacetan di Sungai Andai dalam satu tahun terakhir, pemilihan jalur ini diharapkan mampu menjadi solusi kemacetan di Sungai Andai tutur Ibnu Sina.

Baca Juga :  Pendekat Jembatan Cusa Diusulkan di APBD Perubahan Rp6,5 M, PUPR Kantongi Justifikasi Teknis

Sementara, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di titik lainnya seperti di Jalan Pramuka, Jalan A Yani serta Jalan Pangeran Antasari, Ibnu Sina lebih memilih untuk melakukan rekayasa lalu lintas dibandingkan pembangunan jalan baru atau Flyover karena biaya pembangunannya sangat mahal. (mar/K-3)

Iklan
Iklan