Banjarbaru, KP – Untuk kali pertama, sebanyak 200 orang penerima manfaat kartu Prakerja dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) dipertemukan pada ajang Temu Alumni Prakerja digelar di Aula Gawi Sabarataan Banjarbaru hari ini, Sabtu (2/9).
Kegiatan diselenggarakan Himpunan Lembaga Pelatihan Mitra Prakerja Kalsel menghadirkan dialog menarik.
Diantaranya seputar Prakerja, Peluang Bonus Demografi dan Indonesia Emas 2045 bersama Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, Deputi III Kantor Staf Presiden Bidang perekonomian,Edy Priyono serta Direktur Hukum, Umum dan Keuangan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Sidiq Junarso.
Walikota Banjarbaru H Aditya Mukti Ariffin dalam dialog menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja dan kontribusi Program Prakerja dalam percepatan pengembangan sumber daya manusia unggul di Banjarbaru.
Ini seiring tren positif pertumbuhan ekonomi yang menuntut SDM (Sumber Daya Manusia) memiliki daya tahan terhadap tantangan volaitibilitas, ketidakpastian, kompleksitas dan ambigu dewasa ini.
Diakuinya, meskipun wilayah Banjarbaru tercatat sebagai wilayah dengan indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi se Kalsel selama 12 tahun berturut-turut, model pendidikan pembinaan ala Kartu Prakerja masih sangat dibutuhkan.
Program Prakerja sejak diluncurkan pada April 2020, telah mengalami 2 tahap pengembangan.
Tahap pertama 2020-2022, Kartu Prakerja dijalankan dengan skema semi bansos berupa pemberian bantuan pelatihan sekaligus bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi covid 19.
Tahap kedua, tahun 2023 Program Kartu Prakerja kembali kepada misi utama yaitu meningkatkan kompetensi, produktivitas, daya saing dan mengembangkan kewirausahaan Angkatan kerja di Indonesia.
Pada rentang tahun ini total penerima di Provinsi Kalsel sebanyak 412.154 orang pada fase pertama sebanyak 23.111 orang penerima manfaat Program Prakerja fase ini merupakan warga Banjarbaru dan 6.126 orang pada fase kedua.
Menanggapi hal tersebut Sidiq Juniarso, menyampaikan efektivitas program Prakerja memang telah diakui berdampak positif oleh berbagai lembaga riset nasional dan mancanegara antara lain CSIS, IPSOS, Presisi Indonesia, Cyrus Network, BPS, TNP2K, J-PAL Southeast Asia, UNDP dan Bank Dunia.
Pencapaian selama tiga tahun menurutnya patut dibanggakan segenap alumni Prakerja karena program mampu meraih sukses tidak lepas dari praktek kemitraan yang melibatkan 180 lembaga pelatihan, 6 platform digital, 6 mitra pembayaran, 3 portal kerja, 6 perguruan tinggi dan1 NGO sebagai penilai serta 7 perguruan tinggi sebagai pemantau.
Sejumlah alumni mengaku merasa lebih percaya diri setelah masuk ke jenjang karier.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan dalam modul Prakerja menyajikan banyak perkembangan baru yang mampu menjembatani keterbatasan praktek pada pendidikan formal sehingga berkat Prakerja kemampuan teoritis dan skill praktek menjadi seimbang.
Hal ini terungkap dari dialog bertema “Prahara Pencari Kerja dan Solusi Menemukan Kompetensi Kerja” bersama Direktur platform Karir.Mu, Rangga Setyadi dan Tokoh Pemerhati Sosial dan Pendidikan Kalsel, Sukhrowardi.
Temu Alumni Prakerja Kalsel diselenggarakan 4 lembaga pelatihan yang tergabung dalam Himpunan Lembaga Pelatihan Mitra Prakerja Kalimantan Selatan yaitu Techno Flash ( Mitra Pelatihan Penanganan Jaringan Untuk Teknisi Jaringan dan Sistem Komputer) , Go Kompeten ( Mitra Pelatihan Membangun Usaha Produksi bagi Pengrajin Batik), Duta Persada (Mitra Pelatihan Mengembangkan Produk Layanan Baru untuk Manajer Restoran) dan Rajawali Duta School (Pelatihan Editing Video untuk Desainer Grafis dan Multimedia). (nau/K-2)















