South Borneo Expo yang diselenggarakan Pemrov Kalsel berkolaborasi dengan Kanwil Bank Indonesia Kalsel, Bank Kalsel dan seluruh jajaran perangkat daerah terkait ini mengusung tema “Upaya Mendorong Pertumbuhan Kalsel yang Inklusif dan Berkelanjutan, Melalui Pengembangan Sektor Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi”.
SURABAYA, KP – UMKM Kalsel tercatat terus mengalami peningkatan. Pada 2022 lebih dari 300.000 UMKM yang eksis di Kalsel. Potensi besar ini beriringan dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dimana Kalsel memiliki Geopark Meratus, wisata pantai, wisata budaya yang unik, dan tentunya wajib untuk dikunjungi.
Hal itu diungkapkan Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi yang mewakili Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor pada gelaran Borneo Expo di Surabaya, Jawa Timur. Acara ini juga dihadiri Ketua Dekranasda Kalsel Hj. Raudatul Jannah.
“Kami mengundang para calon investor dan agregator untuk berkunjung langsung ke Kalsel. Untuk melihat perkembangan UMKM yang terus meningkat, seiring dengan kemudahan-kemudahan dalam membuka usaha yang terus didorong oleh pemerintah,” ujarnya, Sabtu (7/10), melansir kalselprov.go.id.
South Borneo Expo yang diselenggarakan Pemrov Kalsel berkolaborasi dengan Kanwil Bank Indonesia Kalsel, Bank Kalsel dan seluruh jajaran perangkat daerah terkait ini mengusung tema “Upaya Mendorong Pertumbuhan Kalsel yang Inklusif dan Berkelanjutan, Melalui Pengembangan Sektor Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi”.
Pada gelaran South Borneo Expo ini juga diadakan pameran produk-produk UMKM Banua yang terdiri dari 19 stand serta 1 stand khusus Geopark Meratus.
Dikatakan Suparmi, dalam rangka mendorong perekonomian yang berkelanjutan itu, Pemprov Kalsel fokus dalam transformasi ekonomi, dari sektor primer menuju sektor ekonomi yang berbasis nilai tambah (hilirisasi), khususnya melalui pengembangan UMKM dan pariwisata.
“UMKM sebagai penopang perekonomian, sudah teruji dalam berbagai keadaan. Bahkan di masa krisis, UMKM telah mampu menjadi buffer yang sangat efektif dalam perekonomian Indonesia,” katanya.
Menurut Suparmi, peserta yang mengikuti expo ini adalah para entrepreneur yang handal dan akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian daerah.
Melalui expo ini pula, diharapkan pengunjung akan lebih mengetahui produk-produk UMKM khas Kalsel yang memiliki ciri khas tersendiri, unik dan menarik.
“Manfaatkan expo ini dengan sebaik-baiknya. Bangun mitra kerja dan networking di antara sesama pelaku usaha dan investor, serta tingkatkan kepercayaan konsumen dengan produk yang ditawarkan.
Terus berkolaborasi dan berinovasi agar produk yang dijual dapat lebih bervariatif dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya. (Opq/K-1)















