Demo Tuntut 20 Persen Plasma Berujung Ricuh, Satu Korban Tewas, Dua Luka-luka

SAMPIT, Kalimantanpost.com – Demo warga Bangkal menuntut realisasi plasma 20 persen di Bangkal, Kotawaringin Timur, Sabtu (7/10/2023) berujung ricuh dan menelan satu korban jiwa tewas diterjang peluru tajam aparat Kepolisian yang mengamankan kawasan sengketa.

Informasi tersebut beredar luas melalui berbagai media lokal, media sosial dan group whatsApp, disertai foto dan video rekaman saat kejadian dengan suasana yang cukup mencekam.

Korban jiwa bernama Wiji (35), anggota salah satu Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kotim yang luka tembak di dada kiri tembus ke belakang. Satu orang lagi yang mengalami luka-luka atas nama Taufik Rahman dan satu lagi belum diketahui namanya, terang sumber kalimantanpost.com.

Terkait konflik antara warga dengan perusahaan sawit PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) yang ingin menguasai lahan sawit sesuai kesepakatan tahun 2013 lalu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto mengaku sudah menerima informasi tersebut.

Kapolda mengatakan itu di Sampit, di sela kunjungannya memantau Karhutla di Kotim.

“Ya saya sudah menerima laporannya. Kita sedang cek kembali ke lapangan,” kata Irjen Pol Nanang Avianto kepada wartawan di sela kunjungannya di Sampit, Sabtu (7/10).

Kapolda mengaku pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari aparat di lapangan, dan menambahkan melalui Kabid Humasnya Kombes Pol Erlan Monaji, aparat di lapangan sudah melakukan tahapan sesuai prosedur, serta berjanji melakukan investigasi lengkap. Pihaknya meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan atas kejadian yang terjadi.

Diakui pihak Kepolisian juga mengamankan 20 orang warga pendemo disertai sejumlah barang bukti, dan lima orang diantaranya positif pengaruh methamfetamine atau narkoba.

Menyikapi jatuhnya korban jiwa dan luka tembak itu, Pangkalima Tertinggi TBBR menyatakan mengecam keras tindakan aparat keamanan yang dinilai berlebihan.

“Kami minta seluruh pasukannya di tanah Borneo untuk siaga,” ujarnya.

Demikian juga dari Aliansi Masyarakat Nusantara (Aman) mengecam keras dan menuntut pengusutan tuntas. (Drt/KPO-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya