Faisal Hariyadi mengemukakan, bahwa yang lebih banyak berperan dalam mengatasi terjadinya karhutla seperti saat sekarang adalah Balakar 654 Banjarmasin bersama – sama relawan pemadam kebakaran lainnya
BANJARMASIN, KP – Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar) 654 Kota Banjarmasin mempertanyakan keseriusan pemerintah, baik Kota Banjarmasin maupun Provinsi Kalsel dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah ini.
Padahal Balakar 654 Kota Banjarmasin sudah meminta terutama kepada Pemko Banjarmasin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Penanggulangan Kebakaran agar bertindak dan bergerak cepat untuk mengatasi masalah yang berdampak pada pencemaran udara ini.
“Namun sangat disayangkan gerakan dari BPBD maupun Dinas Penanggulangan Pemadam Kebakaran Kota Banjarmasin terkesan lamban, bahkan sangat minim dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” kata Ketua Balakar 654 Kota Banjarmasin HM Faisal Hariyadi.
Dihubungi {KP} Jumat (6/10/2024) Faisal Hariyadi mengatakan, kendati leading sektor kebakaran ujung tombaknya ada pada Dinas Pemadam Kebakaran, namun BPBD harus juga siap untuk memback-up secara penuh apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan terlebih dalam skala besar seperti dalam beberapa bulan terakhir melanda daerah ini
Faisal Hariyadi mengemukakan, bahwa yang lebih banyak berperan dalam mengatasi terjadinya karhutla seperti saat sekarang adalah Balakar 654 Kota Banjarmasin bersama – sama relawan pemadam kebakaran lainnya se kota Banjarmasin.
Mereka lanjut Faisal Hariyadi yang juga Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin ini senantiasa aktif, standby dan selalu siap siaga memberikan bantuan ketika menerima informasi terjadinya karhutla maupun kebakaran yang melanda pemukiman warga.
Dalam memadamkan api akibat Karhutla kata Faisal Hariyadi mengemukakan, Balakar 654 dan sukarelawan pemadam kebakaran lainnya memberikan pertolongan karhutla tidak hanya terjadi dalam wilayah Kota Banjarmasin, tapi juga sampai ke wilayah tetangga berbatasan dengan Kota Banjarmasin
“Seperti karhutla terjadi di kawasan Handil Bakti dan sekitarnya di Kabupaten Barito Kuala atau karhutla yang melanda kawasan Landasan Ulin Kota Banjarbaru,” ujar Faisal Hariyadi yang juga dikenal politisi senior dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Ia mengatakan, khusus di Banjarmasin karhutla terjadi di wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara, Timur dan Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Kembali Faisal Hariyadi menandaskan, dengan segala peralatan dan SDM yang ada, Balakar 654 bersama sukarelawan damkar lainnya selalu siap siaga mendatangi tempat kejadian musibah (TKM) karhutla.
Ia menambahkan kepedulian sosial dari Balakar 654 bersama dengan sukarelawan damkar lainnya ini dilaksanakan tanpa pamrih sedikitpun.Menyinggung perhatian pemerintah khususnya Pemko Banjarmasin Faisal Hariyadi mengemukakan, sama sekali belum ada diberikan.
Diungkapkan, jangankan uang lelah, makan dan minum, secangkir air untuk minum pun sama sekali tidak ada bantuan yang diberikan dari pemerintah.
Apalagi lanjutnya, bantuan berupa bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin pompa dan unit mobil tangki yang mondar mandir membawa air terutama pada karhutla yang airnya sulit didapat untuk memadamkan api sama sekali tidak diberikan.
” Padahal bantuan BBM sangatlah kami butuhkan. Sebab kawan-kawan di lapangan dalam memadamkan api akibat Karhutla saat ini sudah kewalahan,” ujarnya
Ia menyebutkan, untuk pengisian BBM seluruh unit pemadam kebakaran terpaksa harus mengeluarkan biaya swadaya sendiri.
Faisal Hariyadi kembali mengingatkan, agar masalah ini dijadikan perhatian pemerintah karena akibat Karhutla sudah sangat membahayakan bagi kesehatan.
Diungkapkan selaku anggota Badan Anggaran DPRD Banjarmasin dirinya sudah mengingatkan masalah itu kepada pihak Pemko, terutama dalam penyediaan anggaran dalam penanganan terjadinya musibah. Termasuk anggaran untuk mengatasi karhutla.
” Dalam rapat anggaran pihak Pemko Banjarmasin sudah menyetujuinya, namun sampai sejauh mana realisasinya sampai sekarang tidak ada actionnya,” demikian kata Faisal Hariyadi. (nid/K-3)















