Dia juga sempat cerita kalau terlilit utang untuk membiayai pengobatan penyakitnya. Sudah saya bilang jangan terlalu membebani pikirannya dengan masalah itu (utang).
BANJARMASIN, KP – Perempuan muda berinisial WDA (28) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan seutas tali jemuran di rumahnya, Minggu (1/10) siang sekitar pukul 14.45 WITA.
Aksi ibu satu orang anak ini sontak membuat geger warga Jalan Sungai Andai Komplek Herlina Blok Mutiara VII RT 59 RW 04 Banjarmasin Utara.
Warga kemudian melaporkan kematian korban ke Mapolsekta Banjarmasin Utara.
Tak lama menerima laporan itu, sejumlah anggota Polsekta Banjarmasin Utara dan Tim Identifikasi Polresta Banjarmasin datang ke rumah korban untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Pekara (TKP).
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh Tim Relawan ke rumah keluarganya di Jalan Belitung Darat Banjarmasin Barat.
Salah satu tertangga korban bernama Haris menceritakan, korban jarang bersosialisasi di lingkungan tempat tinggalnya.
“Korban tinggal sendirian di sini, kurang lebih sudah setahun. Sesekali ibu dan anaknya datang dan menginap di sini,” katanya.
Lebih lanjut, Haris mengira wanita berusia 28 tahun ini tidak berada di dalam rumahnya sebelum ditemukan tewas gantung diri.
“Biasanya lampu di teras rumahnya itu menyala pada malam hari dan ada sepeda motornya di depan rumah. Namun tadi malam, lampu teras rumahnya tidak menyala, sepeda motornya pun tidak ada, saya kira tidak ada orangnya di rumah. Tahunya malah begini,” katanya.
Ketua RT 59, Bahrudin membenarkan bahwa korban ini jarang bersosialisasi di lingkungan rumahnya.
“Tapi sebelumnya dia sudah melapor tinggal di kawasan ini, memang dia ini sendirian saja di rumah selama tinggal di lingkungan sini,” katanya.
Sementara itu, ibu korban berinisial F tak mengira anaknya akan melakukan aksi nekat gantung diri.
Saat datang ke rumah korban, cucu F yang merupakan anak korban langsung masuk ke rumah karena ketika itu pintu rumah tidak terkunci.
“Cucu saya ini langsung masuk saja ke rumah. Pintu rumah saat itu tidak terkunci,” ujarnya.
Sesaat setelah cucunya itu masuk, F mendengar celetukan cucunya kalau ibunya sedang tidur di atas.
Namun, F langsung kaget ketika menemukan anaknya ternyata telah tewas gantung diri dengan seutas tali jemuran.
Disingung tentang motif bunuh diri, F menceritakan jika anaknya tersebut mempunyai riwayat penyakit getah bening. Belakangan ini,
katanya, korban sudah sering berobat dan mengeluhkan badannya yang sakit.
“Terakhir bertemu itu pada Jumat malam. Tapi dia tidak bercerita apa-apa saat menginap di rumah saya,” kata warga Gang Amal, Kelurahan Belitung itu.
Sebelum bertamu ke rumah korbna, F mengaku sempat menghubungi anaknya. Namun tidak direspon wanita satu orang anak tersebut.
“Pagi tadi saya telepon dia tapi tidak ada respon, segera saya menuju ke rumah anak saya dan menemukan kondisi anaknya yang sudah tergantung seperti itu,” ceritanya.
Bibi korban berinisial W menambahkan bahwa korban sudah dua kali melakukan operasi. Ada benjolan di area lehernya. Menurutnya, korban sudah putus asa dengan penyakitnya itu. Sekitar tiga bulan yang lalu dia divonis oleh dokter atas penyakitnya tersebut.
“Kemungkinan lantaran itu dia jadi depresi dengan penyakitnya. Padahal sehari-harinya dia ini ceria, tak pernah berprilaku tidak baik, tapi entah kenapa dia memilih mengakhiri hidupnya seperti ini,” sesalnya.
W mengaku terakhir kali bertemu dengan keponakannya tersebut sekitar satu minggu yang lalu saat keluarga besarnya berkumpul pada acara maulid.
“Dia juga sempat cerita kalau terlilit utang untuk membiayai pengobatan penyakitnya. Sudah saya bilang jangan terlalu membebani pikirannya dengan masalah itu (utang),” tutupnya.(fik/K-4)















