Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kabar BanuaTapin

Memasuki Musim Penghujan, Tapin Antisipasi Sedini Mungkin

×

Memasuki Musim Penghujan, Tapin Antisipasi Sedini Mungkin

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Rantau 4 klm 4
PEMKAB TAPIN - Bersama lintas sektor melakukan rapat koordinasi antisipasi bencana banjir, tanah longsor dan angin putting beliung memasuki musim penghujan. (KP/Abdilah)

Rantau Kalimantanpost.com – Dalam rangka menghadapi musim penghujan yang berpotensi terjadi banjir, tanah longsor dan angin putting beliung, Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapin menggelar rapat koordinasi koordinasi antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana tersebut di Kabupaten Tapin. Senin (4/12/2023) bertempat Aula Tamasa Kantor Bupati Tapin.

Rapat koordinasi dipimpin dan dibuka Penjabat Bupati Tapin M Syarifuddin dengan menghadikan Perwakilan Pelaksana BPBD Prov Kalsel, Perwakilan BMKG Provinsi Kalsel, Perwakilan Basarnas Banjarmasin, Forkompinda Kabupaten Tapin serta jajaran SOPD Lingkungan Pemkab Tapin dan jajaran BPBD Kabupaten Tapin.

Kalimantan Post

Penjabat Bupati Tapin dalam sambutannya sebelum memulai rapat mengatakan, menyambut baik diadakannya rapat antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung di Kabupaten Tapin.

“Ini sebagai langkah awal kita dalam mendeteksi dini dan mencegah serta antisipasi, bagaiamana upaya kita semua untuk dapat meminimalisir dampak yang mungkin akan terjadinya bencana,“ jelasnya.

Berdasarkan pengalaman dan tinjauan dari aspek geogerafis Tapin memiliki potensi banjir, tanah longsor dan angin puting beliung walaupun masih dalam kategori sedang yang tidak menentu, namun kita tetap harus waspada dan siap siaga apabila sewaktu-waktu terjadinya bencana yang tidak kita inginkan bersama.

“Berharap Kabupaten Tapin tidak ada terjadi bencana, tetapi kita harus selalu siap kapapan pun dimanapun karena bencana alam kita tidak tahu kapan terjadi,“ katanya.

Dikatakan Bupati bahwa penanggulangan bencana tidak hanya tanggung jawab dari BPBD saja tetapi juga tanggung jawab bersama semua pihak dan seluruh komponen masyarakat termasuk dunia usaha. “Jika terjadi bencana maka semua instansi terkait dan siapapun itu wajib membantu baik tenaga ataupun fasilitas yang dibutuhkan,“ katanya.

Namun untuk peringatan dini dalam mendeteksi banjir Kabupaten Tapin mengandalkan early warning sistem, pendeteksi banjir sebagai miyigasii dampak bencana terhadap masyarakat di pemukiman wilayah daerah aliran sungai.

Baca Juga :  BPBD Tapin Latih Warga Hadapi Bencana, Fokus Perkuat Mitigasi di Daerah Rawan

“Sebagai antisipasi dampak bencana kita pasang alat deteksi sistem peringatan dini, ini adalah upaya melindungi masyarakat yang bermukim di daerah aliran sungai tapin,“ Ujar Pj Bupati Tapin dikutip antara.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Tapin Raniasnyah mengatakan, rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan langkah serta menyatukan tekad untuk saling bahu membahu dalam upaya menaggulangi setiap kejadian bencana baik bencana banjir maupun bencana lainnya.

“Pertemuan ini untuk mengetahui kesiapsiagaan dari intansi terkait dalam penanggulangan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung apabila terjadi di Kabupaten Tapin,“ ujarnya.

Berharap dalam pertemuan ini adanya pemahaman dan kesadaran, kepedulian dantanggung jawab bersama semua pihak tentang pentingnya upaya penanganan bencana mulai dari sebelum, saat dan sesudah terjadinya bencana.

Untuk diketahui bahwa untuk titik rawan terjadinya bencana banjir di Tapin pad atahun 2022 ada 22 desa dan 6 Kelurahan di Kabupaten Tapin berpotensi terjadinya banjir disaat musim penghujan sementara untuk angin putting beliung daerah Kecamatan Candi Laras Selatan dan Candi Laras Utara dan sebagian Tapin Tengah.

Adapun titik daerah rawan meliputi, untuk Kecamatan Tapin Utara di Kelurahan Rantau Kanan, Kel Kupang, Kel Rangda Malingkung, Desa Banua Halat Kiri, Desa Banua halat Kanan, Kecamatan Tapin Selatan Kelurahan Tambarangan, Desa Lawahan, Tatakan, dan Tandui.

Kemudian Kecamatan Bungur meliputi, Desa Bunur, Bungur Baru, Sabah. Linuh, Timbung, Kalumpang, RantauBujur, dan Banua Padang dan Kecamatan Binuang meliputi Kelurahan Raya Belanti, Kelurahan Binuang, Desa Karangan Putih dan Desa Pulau Pinang.

Dalam pertemuan ini mengundang sebagai nara sumber yakni BMKG Stasiun Klmatologi Kelas I Kalimantan Selatan, BPBD Provinsi Kalsel dan Basarnas Banjarmasin.(abd/K-6) 

Iklan
Iklan