Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

Mantan Striker Barito Putera, Riduan Meninggal Saat Ikuti Touring Motor di Bali

×

Mantan Striker Barito Putera, Riduan Meninggal Saat Ikuti Touring Motor di Bali

Sebarkan artikel ini
Almarhum Muhammad Riduan (pakai) topi saat mengikuti touring di Jawa. (Kalimantanpost.com/Repro BHADADAZ Motor Club Banjarmasin).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Innalilahi wainna ilaihi rojiun. Mantan striker Barito Putera tahun 1988-1989, Muhammad Riduan meninggal dunia di Bali saat mengikuti touring Komunitas BHADADAZ Motor Club Banjarmasin ke Jatim – Bali dan Lombok.

Almarhum Riduan (60 tahun) meninggal saat berada di Bali, Kamis (29/2/2024) sore ketika ingin melanjutkan perjalanan ke Lombok.

Android

Adik kandung almarhum, Muhammad Yusuf yang dihubungi Jumat (1/3) mengatakan, Riduan sempat berkomunikasi dengan dirinya Kamis pagi.

“Almarhum mengatakan dalam kondisi sehat dan bapadah sore nanti akan melanjutkan perjalanan dari Bali ke Lombok melalui Pantai Sanur,” ucap Yusuf.

Namun, sore harinya, lanjut mantan kapten tim Barito Putera ini, dirinya mendapat khabar kakaknya meninggal dunia dari rekannya komunitas BHADADAZ Motor.

“Informasi yang saya terima, almarhum sebelum berangkat ke Lombok memberitahu rekan-rekan komunitas ingin beristirahat dulu di atas sepeda motor. Namun, setelah itu almarhum meninggal dunia di atas motor. Mungkin serangan jantung,” paparnya.

Yusuf pun mengungkapkan, rencananya jenazah almarhum akan diberangkatkan dari Bali Jumat (1/3) sekitar pukul 14.00 Wita dan akan disalatkan di Masjid Almunawaroh Km 7 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar habis salat Ashar.

“Almarhum akan di makamksm di Alkah Muqarrabin Sekumpul Ujung Desa Bincau Kecamatan Martapura Kota,” ujar Yusuf.

Sebelum meninggal, almarhum Riduan beberapa kali me WA ke wartawan Kalimantanpost.com bahwa kondisinya sehat.

Almarhum hari Selasa (27/2) juga ada mengirim video dan mengabarkan sudah berada di Banyuwangi dan ingin menyeberang ke Bali.

Hari, Rabu (28/2) sekitar pukul 17.02 Wita kembali menelpon dan mengabari dalam kondisi sehat. “Alhamdulillah, kondisi saya sehat,” kaya Riduan dengan suara penuh semangat.

Almarhum menambahkan sepulang ke Banjarmasin akan bertemu dan minta bikinkan berita touring BHADADAZ Motor. “Biar nanti foto saya saja banyaki dipasang,” ucap almarhum melalui telepon seluler.

Baca Juga:  Syukuran Tiga Kubu Peradi Bersatu, Ini Alasannya

Ternyata, itu telepon terakhir almarhum. Jumat pagi dikagetkan dengan khabar meninggalnya mantan Kabid Olahraga pada Dispora Kota Banjarmasin ini.

Sebelumnya diberitakan. Komunitas BHADADAZ Motor Club Banjarmasin melakukan touring Banjarnasin – Jawa Timur – Bali dan Lombok pada 23 Februari 2024.

Ketua BHADADAZ Motor Club Banjarmasin, H Esya Zain Hafizi dalam rapat persiapan keberangkatan touring, Senin (19/2/2024) malam mengatakan dalam touring ini diikuti 19 orang.

“Rencananya kami akan berangkat dengan kapal laut dari Banjarmasin pada Jumat (23/2) malam menuju ke Surabaya,” papar Zain.

Ditambahkan dia, setibanya di Surabaya, mereka menginap terlebih dahulu satu malam untuk memulihkan kondisi fisik.

“Baru esok harinya dilanjutkan perjalanan menuju ke Bromo. Selama di Bromo kami akan bermalam satu atau dua hari, tergantung situasi dan kondisi,” ucapnya.

Setelah itu perjalanan diteruskan ke Banyuwangi dan menyeberang ke Bali. Selama di Pulau Dewata juga melakukan touring sambil menikmati keindahan alam.

“Tour naik sepeda motor diteruskan ke Lombok sambil menjelajahi keindahan alam dan ke Mandalika,” ucapnya.

Ada pun peserta yang ikut touring berjumlah 19 orang Maisan, Ida Sri Mawardi, Ris Mohammad Abrar, Nisfi Heriani, Misranayah, Mariani, Achmad Noor Djaya, Muhammad Riduan, H Anton Yuliwardani, Hj Rini Yulita, Gusti Irwan Mirza, Esya Zain Hafidie, H Muhammad Noor S, Hj Tary, Aep Ruhya, Nur Wahid, Akhmad Riduan, Ferry Irawan dan Annisa Fitria.

Lalu, Aef Ruhya dan Gusti Irwan Mirza teknis keberangkatan serta rute yang dilalui selama dalam perjalanan dalam touring tersebut. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan