Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

HAL YANG ABADI

×

HAL YANG ABADI

Sebarkan artikel ini

Oleh : ANDI NURDIN LAMUDIN

Diceritakan dalam sebuah hadis, yang menyatakan semua yang ada akan sirna kecuali mereka yang melakukan amal jariyah, ilmu yang bermanfaat serta anak yang soleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. Semuanya saling berhubungan, karena anak yang shaleh daripada doa dan ikhtiar orang tuanya untuk itu, yang berusaha untuk anak mereka di dalam jalan yang benar, yaitu berpegang kepada Tauhid. Siapakah Tuhan yang disembah setelah kedua orang tuanya tiada? Maka jalan itulah yang membuka semau jalan untuk bisa dapat selalu terhubung dengan tauhid. Maka tauhid itu seperti akar yang kuat, kemudian menjadi dua pokok, cabangnya yaitu syariah dan aqidah batangnya, dimana muamalah rantingnya, serta daun untuk menampung cahaya Ilahi yang bisa menghidupkan sebuah pohon kehidupan.

Itu akhirnya akan melakukan amal jariyah,yaitu ajaran Tauhid,serta bangunan yang mengajarkan tauhid, seperti masjid dan pesantren serta bangunan yang mengajarkan tauhid atau Islam. Selama ajaran tauhid ada yang mempelajarinya dan mengamalkannya, kemudian diajarkan kembali pada orang banyak, atau generasi berikutnya. Maka itu akan selalu beranak pinak dan tidak pernah akan habisnya. Karena sambung menyambung menjadi satu menuju akhirat. Tentu, semua itu juga akan sangat terhubung dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang dapat dikatakan bermanfaat, selain ilmu tentang tauhid? Karena di dalam dunia ini tentu saja pembandingnya ada yang namanya ilmu kemusyrikan.

Ilmu kemusyrikan juga akan selalu menyebar dalam kehidupan manusia. Mereka seperti akar-akar pohon yang berjalan sendiri dan berusaha untuk melingkari manusia dan membelitnya. Kemusyrikan adalah percaya kepada banyak Tuhan atau membandingi Tuhan Yang Maha Esa. Dimana materi yang selalu ditekuni sangat percaya jika menguasai materi akan membawa kepada kekuasaan dan kebahagiaan. Karena itu, menguasai materi dengan cara yang seringkali dengan bujuk rayu dan menipu manusia bahkan paksaan. Akan menimbulkan penindasan bagi mereka sudah berkuasa, serta akan menimbulkan perbudakan pada manusia yang terlilit oleh hutang dan kemiskinan serta kebodohan. Antara kemiskinan serta kebodohan, adalah hal yang saling berhubungan yang merupakan sasaran utama golongan penindasan,yang mengarah pada kemusyrikan.

Baca Juga:  Menuntaskan Permasalahan Kekerasan dan Kesehatan Perempuan

Sehingga dengan demikian mereka yang tertindas tidak mampu untuk hidup kecuali pertolongan golongan penindas, dengan persyaratan yang berat. Mereka tidak bisa keluar daripada situasi tersebut atau sistim tersebut. Bahkan anak anak dan generasi berikutnya, tetap terlibat dan terjerumus pada sistim tersebut. Itu semua jika sebuah sistim tentang apa dan bagaimana ilmu yang berguna bisa menjadi sebuah peradaban yang baik untuk sebuah bangsa tidak dipertahankan dengan perjuangan terus menerus. Atau katakanlah kebenaran hanyalah apa yang menyebabkan manusia hanya bisa makan dan minum saja.

Manusia tidak bisa mengandalkan ilmu yang bermanfaat hanya dari segi pengalaman saja. Namun manusia perlu mengetahui ilmu bermanfaat dari ilmu Ketuhanan atau wahyu. Wahyu yang sangat terjamin dari kerusakan manusia zaman ini hanyalah Al-Qur’an. Maka ilmu tentang Al-Qur’an, berguna.

Iklan
Iklan