Iklan
Iklan
Iklan
Derap Nusantara

Pemkot Pekalongan Luncurkan Posyandu Remaja Cegah Risiko KEK

×

Pemkot Pekalongan Luncurkan Posyandu Remaja Cegah Risiko KEK

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Pekalongan Inggit Soraya bersama Kepala Puskesmas Kelurahan Jenggot Dian Hatmitasari pada kegiatan posyandu untuk mencegah terjadinya kekurangan energi kronis (KEK) pada kalangan remaja, ibu hamil, dan ibu melahirkan. (Antara/Humas Kota Pekalongan)

PEKALONGAN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meluncurkan program pos pelayanan terpadu Remaja Pashmina Kelurahan Jenggot sebagai upaya mencegah terjadinya kekurangan energi kronis (KEK) pada kalangan remaja, ibu hamil, dan ibu melahirkan.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Pekalongan Inggit Soraya di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa tujuan pembentukan posyandu Remaja Pashmina tersebut sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi remaja, ibu hamil, dan ibu melahirkan dari risiko kesehatan.

“Hal ini, sangat penting untuk menjaga kesehatan para remaja sebagai penerus agar ke depannya menjadi generasi berkualitas dengan sumber daya manusia yang berkualitas pula,” katanya.

Dia mengatakan, posyandu remaja ini sempat muncul sebelum masa COVID-19 dan sempat tidak berfungsi (vakum) sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat.

“Oleh karena itu, posyandu itu kini kami launching bersamaan dengan kegiatan ‘go to school’ di SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan. Kami juga didukung dengan program Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Pada pelaksanaan program posyandu Remaja Pashmina itu, para siswa SMK Syafi’i Akrom diperiksa kesehatannya, diukur lingkar lengan, dan diberikan tablet tambah darah.

Inggit Soraya menilai peluncuran program posyandu tersebut juga sebagai upaya penanganan masalah stunting di daerah itu.

Kepala Puskesmas Kelurahan Jenggot Dian Hatmitasari mengatakan pihaknya melakukan peningkatan akses sasaran remaja ke sekolah-sekolah.

“Melalui upaya ini, kami dapat meminimalkan terjadinya risiko pada kesehatan remaja, khususnya perempuan dari anemia,” katanya. (Antara/Tim Kalimantanpost.com)

Iklan
Baca Juga:  Pemindahan ASN ke IKN Dilakukan Bertahap hingga 2029
Iklan