Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

MENGAKHIRI HIDUP

×

MENGAKHIRI HIDUP

Sebarkan artikel ini

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Jika membaca harian yang terbit di Banjarmasin, apakah harian berupa berupa koran atau online akan menemukan pemberitaaan adanya masyarakat yang terpaksa atau ikhlas mengakhiri hidupnya. Diduga mereka yang mengakhiri hidupnya adalah orang yang tidak berpendidikan, tidak berpengalaman dalam kehidupan, ternyata itu keliru, dari data yang dibaca, mereka yang mengakhiri hidup itu berpendidikan tinggi, bahkan lulusan perguruan tinggi.

Pertanyaannya, mengapa mereka mengakhiri hidupnya? Apakah mereka bosan hidup atau hidupnya selama ini tidak sesuai harapan, atau hidup penuh tantangan, sehingga dia tidak mampu menghadapinya.

Pertanyaan muncul kembali, apakah persoalan setelah mereka mengakhiri hidup selesai? Mari melihat dari pandangan agama, khususnya Islam. Banyak didapati orang yang putus asa dalam menjalankan hidup, lebih memilih untuk mengakhiri kehidupannya. Dalam artian, mereka membunuh dirinya sendiri. Bagaimana pandangan Islam terkait bunuh diri? Islam tidak memperbolehkan dan melarang tindakan bunuh diri, karena hidup dan mati adalah urusan Allah SWT.

Umat Islam hendaknya paham bahwa kehidupan di dunia hanyalah berisi ujian dan cobaan yang sementara. Dimana Allah SWT terkadang mengeraskan ujian dan cobaan bagi seseorang untuk mengetahui sejauhmana batas kesabaran dan keimanannya. Sebagai seorang muslim sepatutnya bersabar dan banyak beribadah apabila dilanda masalah serta cobaan, bukan malah memilih untuk mengakhiri hidup.

Islam menganggap upaya membunuh diri termasuk bentuk kriminalitas. Dengan itulah bunuh diri dilarang, dan pelakunya dikatakan akan masuk neraka. Sebagaimana firman Allah SWT, “… Janganlah kamu mem bunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (QS. An Nisa : 29).

Menurut ulama terkenal, M Quraish Shihab dalam bukunya “Mistik, Seks, dan Ibadah”, “Nyawa manusia bahkan seluruh jiwa raganya adalah milik Allah SWT yang diamanatkan kepada masing-masing manusia. Kita tidak dapat menjualnya karena bukan milik kita. Nyawa pun tak boleh dipisahkan dari badan kecuali atas izin-Nya.”

Baca Juga:  Permendikbud PPKS, Benarkan Jadi Solusi?

Allah sangat bangga dengan umatNya yang panjang umur namun melaksanakan amalan yang diperintahkanNya sebagaimana hadis, “Sebaik-baik diantara kalian ialah orang yang panjang umurnya dan baik pula amalannya”. (At Tirmidzi).

Dan dalam hadis qudsi, Allah berfirman “Demi kemuliaan-Ku, keagungan-Ku, dan kebutuhan hamba-Ku kepada-Ku, sesungguhnya Aku merasa malu menyiksa hamba-Ku, baik laki-laki maupun perempuan, yang telah beruban karena tua dalam keadaan muslim”.

Orang mengakhiri hidup menggunakan sesuatu, maka pada hari kiamat nanti Allah akan menyiksa dengan sesuatu itu, sebagai hadis, “Barang siapa membunuh dirinya sen diri dengan sesuatu, maka nanti pada hari kiamat ia akan disiksa dengan sesuatu itu”. (Muttafaq Alaih).

Tidak ada seorangpun yang lebih utama di sisi AllAh daripada seorang Mukmin yang diberi umur panjang dalam agama Islam untuk bertasbih, bertakbir, dan bertahlil untuk-Nya”. (HR. Ahmad)

Iklan
Iklan