Iklan
Iklan
Iklan
BanjarmasinTRI BANJAR

Poliban Gelar FGD Program Bahas Pemetaan Tenaga Kerja 5-10 Tahun ke Depan

×

Poliban Gelar FGD Program Bahas Pemetaan Tenaga Kerja 5-10 Tahun ke Depan

Sebarkan artikel ini
Poliban Banjarmasin menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Di Masa Depan Yang Dibutuhkan Oleh Industri. (Kalimantanpost.com/ful)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Selama ini lulusan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) cukup banyak terserap bekerja diberbagai perusahaan baik di Kalimantan Selatan maupun luar daerah.

Namun, keberhasilan Poliban tak akan berpuas diri dengan berusaha melakukan inovasi dalam dunia pendidikan agar bisa menyesuaikan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja lima tahun ke depan.

Salah upaya mencari jalan keluar agar alumninya bisa diserap di instansi swasta maupun pemerintah di minimal lima tahun ke depan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Di Masa Depan Yang Dibutuhkan Oleh Industri.

Kegiatan FGD yang berlangsung di Gedung Kantor Pusat, Ruang Multimedia Lantai 2 Poliban dibuka secara resmi oleh Direktur Poliban Joni Riadi yang diwakili oleh Wakil Direktur 1 Bidang Akademik H. Ahmad Rizani, Selasa (7/5/2024) siang.

Turut berhadir pula Ketua Tim Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Prov. Kalselteng Abdul Rozak, Tim Pakar Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha Industri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang juga sekaligus narasumber Hedy Agah, serta sejumlah perwakilan BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta dan SKPD di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.

Wakil Direktur 1 Bidang Akademik H Ahmad Rizani. mengatakan, seiring waktu perkembangan industri akan semakin pesat dan tidak menutup kemungkinan akan memunculkan pekerjaan-pekerjaan baru di masa depan, sehingga diperlukan penguatan ekosistem untuk menyelaraskan kebutuhan industri dengan dunia kerja saat ini.

“Paradigma seperti itu harus bisa kita sesuaikan dengan keadaan zaman sekarang. Apalagi sekarang ini Kalimantan ada Ibu Kota Negara yang mendorong bagaimana kita menghadapi tantangan ketenagakerjaan 5 sampai 10 tahun kedepan,” ucapnya.

Baca Juga:  Tetapkan Status Siaga Darurat, CFD dan Pasar Tarapung Dihentikan Sementara

Karenanya melalui FGD ini, Rizani berharap semua pihak yang terlibat bisa berkolaborasi untuk menyesuaikan kebutuhan dunia industri dan dari hasil pertemuan FGD bisa melahirkan pedoman sebagai arah kebijakan selanjutnya untuk menyiapkan tenaga kerja.

Sementara Ketua Tim Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Provinsi Kalselteng Abdul Rozak menerangkan, kegiatan ini adalah lanjutan dari acara KICK OFF Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Tahun 2023 lalu, untuk mempertajam bagaimana memetakan kebutuhan tenaga kerja terutama yang kaitannya dengan pendidikan vokasi.

“Kita coba nanti mengumpulkan data kebutuhan tenaga kerja di lima tahun yang akan datang seperti apa, sehingga kita bisa memetakan bahwa kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Tak lupa Abdul Rozak juga mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan telah berkenan menghadiri acara FGD, karena menurutnya kolaborasi ini sangat penting dilakukan guna menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kalau kita bersatu antara pendidikan Vokasi dengan Dunia Usaha dan Industri untuk menyiapkan generasi emas yang akan datang, insyaallah kita bisa saling mendukung dan membentuk SDM yang hebat,” tandasnya.

Sementara itu, Tim Pakar Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha Industri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang juga sekaligus narasumber Hedy Agah memaparkan tentang
pemetaan kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan industri di masa mendatang.

“Sejak sekarang kita harus bisa memperkirakan kebutuhan apa yang diperlukan sebuah perusahaan di lima tahun kedepan,” ucapnya.

Jadi, kata dia, Poliban maupun perguruan tinggi di Kalsel harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada agar lulusannya bisa terserap di perusahaan di daerah ini.

Baca Juga:  Polresta Banjarmasin Gelar Nikah Massal Secara Gratis

“Jangan sampai perusahaan memerlukan tenaga A tapi tidak ada, sehingga mengambil di daerah lain,” ucapnya.

Hedy pun menyarakan perlunya inovasi yang dilakukan kedepan tapi berdasarkan kondisi, kemampuan dan potensi lokal.

“Kita berharap perguruan tinggi termasuk Poliban sejak sekarang melakukan pemetaan jurusan apa yang diperlukan agar lulusannya bisa terserap di perusahaan lokal,” tegasnya.

Sementara itu peserta yang berasal dari perusahaan pertambangan, Perbankan dan lain-lain memberikan masukan.

Misalnya dari Perbankan memberikan masukan dalam penerimaan karyawan tidak selalu linerar lulusan dari Fakultas Ekonomi tapi semua jurusan. Ada alumni FKIP, Perawat, Psikologi dan lain-lain kompetensi sesuai kebutuhan di Perbankan.

Masukan yang diberikan peserta FGD, mahasiswa juga dibekali public speaking yang bagus, kemampuan berbahasa asing serta kecakapan dalam berorganisasi untuk menunjang jiwa kepemimpinan. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan