Iklan
Iklan
Iklan
HUKUM & PERISTIWAKotabaru

Sungguh Bejat Remaja Ini, Lakukan Kekerasan terhadap Anak di Sungai Durian Kotabaru

×

Sungguh Bejat Remaja Ini, Lakukan Kekerasan terhadap Anak di Sungai Durian Kotabaru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - Kekerasan pada anak. (Kalimantanpost.com/Antara)

KOTABARU, Kalimantanpost.com – Remaja berinisial AG (16) diringkus Anggota Polsek Sungai Durian dan jajaran Polres Kotabaru lantaran melakukan tindakan kekerasan terhadap anak usia 6 tahun di Desa Gendang Timburu, Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

“Kejadian ini dilakukan terduga pelaku terhadap anak berusia enam tahun di area perkebunan sawit pada Kamis (9/5) sekitar pukul 19.00 Wita,” kata Kapolsek Sungai Durian Ipda Tri Wibawa di Kotabaru, Minggu (12/5/2024).

Tri menerangkan, kejadian berawal ketika salah satu kerabat korban Sugiyanto mencari SA (6) karena belum pulang ke rumah, hingga mencari ke arah belakang rumah yang merupakan perkebunan sawit milik warga.

Setelah berjalan sekitar 50 meter, kerabat korban menemukan korban SA di jalan kebun sawit dengan kondisi tidak mengenakan pakaian dan korban memanggil pelapor sambil menangis dan terlihat darah di kaki sebelah kanan korban.

Kemudian pelapor membawa korban ke rumah dan memandikan korban, selanjutnya menyerahkan korban kepada ibu korban.

Ibu korban terkejut dan bertanya kepada korban mengenai orang yang melakukan aksi kekerasan tersebut.

Kepada ibunya, korban menyebutkan pelaku yang melakukan kekerasan tersebut biasa disapa “Paman” alias AG.

Orang tua korban membawa SA ke Puskesmas Banian karena korban mengalami pendarahan pada bagian alat vital.

Atas kejadian tersebut, orang tua korban melaporkan AG ke Polsek Sungai Durian.

Selanjutnya, petugas Polsek Sungai Durian menangkap tersangka AG di Desa Gendang Timburu Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru pada Kamis (9/5).

Tersangka AG dijerat Pasal 81 juncto Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Baca Juga:  HUT ke 36 P3KMI di Kotabaru Bupati Apresiasi Kerja Tim

Pelaku pun diancam pidana hukuman paling lama 15 tahun penjara. (Ant/KPO-3)


Iklan
Iklan