Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

20 Mahasiswa Fakultas Kedokteran ULM Ikuti Sekolah Konservasi di Camp Tim Roberts – Pulau Curiak

×

20 Mahasiswa Fakultas Kedokteran ULM Ikuti Sekolah Konservasi di Camp Tim Roberts – Pulau Curiak

Sebarkan artikel ini
Founder SBI Foundion Dr Amalia Rezeki, menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkura yang mengikuti Sekolah Konservasi Alam di Pulau Curiak Kabupaten Barito Kuala yang menjadi Stasiun Riset Bekantan. (Kalimantanpost.com/Repro SBI)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkura (ULM) yang tergabung dalam Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) mengikuti Sekolah Konservasi Alam di Pulau Curiak Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, yang menjadi Stasiun Riset Bekantan.

“Kami sangat senang saat ini Global Nature Conservation School – Camp Tim Roberts, Pulau Curiak kembali kehadiran mahasiswa Fakultas Kedokteran ULM, untuk bersama-sama belajar di alam sembari mengamati keanekaragaman hayati, khsususnya ekosistem lahan basah,” kata Dewita Kordinator Sekolah Konservasi Alam, Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) di Pulau Curiak, Minggu (9/6/2024).

Lebih lanjut menurut Dewita, perempuan alumnus Green Leadership Indonesia (GLI) 2024 ini, sekolah konservasi
bertujuan untuk menumbuh kembangkan sikap dan cara berpikir yang positif terhadap sumberdaya alam dan ekosistem beserta upaya konservasinya, dalam hal ini dibidang lahan basah.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda kedepan akan lebih bijak dalam mengelola sumber daya alam, dan melakukan kegiatan akan selalu berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu Muhammad Fauza Akmal, ketua rombongan Mahasiswa Fakultas Kedokteran ULM, yang mengikuti kegiatan sekolah konservasi alam di Camp Tim Roberts – Stasiun Riset Bekantan dan Ekosistem Lahan Basah di Pulau Curiak, mengatakan kedatangan mereka mengikuti kegiatan Sekolah Konservasi Alam ini, adalah ingin menambah wawasan dan pengalaman di alam serta mengenal bekantan dengan ekosistem lahan basahnya.

“Sesuai visi misi kampus kami terkemuka dan berdaya saing dibidang lahan basah,” tandasnya.

“Hari ini kami mendapat pengalaman baru, bagaimana melakukan restorasi lahan basah dan menanam pohon mangrove serta disuguhi atraksi prilaku bekantan dialam liar. Disekolah konservasi juga dilakukan kegiatan Plastic War On The River, yaitu kegiatan bersih-bersih sampah di sungai,” tambahnya.

Baca Juga:  Sah, Fidayeen Resmi Jabat Pj Wali Kota Banjarmasin

Sekolah Konservasi Alam kali ini, juga menghadirkan narasumber berkompeten dibidang konservasi, yaitu Dr Amalia Rezeki, ahli konservasi bekantan dari ULM dan Founder SBI foundation.

Menurutnya, Bekantan merupakan primata endemik Kalimantan dan menjadi spesies kunci yang menjaga keseimbangan ekosistem lahan basah, namun keberadaannya terancam punah, masuk dalam status endangered pada lembaga konservasi internasional (IUCN).

Ditambahkan Amel, panggilan akrabnya, partisipasi generasi muda sangat dibutuhkan untuk membangun mata rantai kepedulian. Melalui sekolah konservasi ini, diharapkan tumbuh generasi muda yang peduli pada lingkungan dan alam. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan