Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HUKUM & PERISTIWA

Bantah Lakukan Pengeroyokan, Kuasa Hukum Terlapor Angkat Bicara

×

Bantah Lakukan Pengeroyokan, Kuasa Hukum Terlapor Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (net)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sempat dilaporkan terkait dugaan pengeroyokan di bantah oleh Maria Rohana Situmorang selaku kuasa hukum WS (43) diduga terlapor oleh Asyiah di Polda Kalimantan Selatan.

Rohana menegaskan ucapan A bahwa ia menjadi korban dugaan pengeroyokan tidak benar.

“Itu bukan pengeroyokan, tapi untuk melerai atau menolong ketika rambut korban dijambak oleh ibu A,” jelas Maria didampingi WS dan AT di ruangan Press Room wartawan Polresta Banjarmasin, Kamis (6/6/2024) siang.

Tak hanya itu, Maria pun menerangkan terkait dengan adanya senjata tajam untuk mengancam A, itu juga tidak benar. Sebab, warga yang membawa sajam tersebut reflek mendengar teriakan WS saat meminta tolong.

“Sajam itu juga tidak pernah digunakan untuk mengancam. Tapi itu karena reflek warga yang mendengar suara minta tolong. Bahkan warga yang membawa sajam itu malah melerai mereka,” katanya.

Dikatakan Maria, sajam itu tidak ditunjukan atau digunakan untuk melakukan pengancaman kepada A.

Disinggung keterlibatan adanya dugaan pengeroyokan melibatkan oknum Bhayangkari, kembali sang kuasa hukum mengungkapkan hanya ikut melerai saat A menjambak rambut WS.

“Ibu Bhayangkari itu melerai saja, dia hanya memegang bahu dan berteriak meminta tolong kepada warga setempat karena tidak bisa melepaskan jambakan A di rambut WS,” ucapnya.

Kemudian, Maria tidak membenarkan jika Aisyah dikeroyok saat berberes – beres di dalam rumah. Namun, tengah bersantai di teras rumah.

“Saat itu rumah dalam kondisi terkunci, jadi dia berada di halaman. Kata dia yang mengucapkan berberes-beres di media itu tidak benar. Tidak sesuai dengan kronologi,” tuturnya.

Dalam hal ini, terlapor pun terlebih dahulu melaporkan kasusnya ke Polresta Banjarmasin, yang mana WS pun menjadi korban hingga mengalami pergeseran tulang leher dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit selama tiga hari.

Baca Juga:  Truk Kontainer Melintang Jalan, Macet Total di Turunan Jembatan Gohong, Pulang Pisau

“Ini bukti kan dari hasil foto ronsen,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Eru Alsepa juga menyebutkan hal yang diucapkan oleh A tersebut tidaklah benar.

“Bahwa tidak benar hal tersebut. Sampai saat ini proses dua perkara saling lapor, masih berjalan secara profesional dan dapat di pertanggungjawabkan,” ucapnya.

Kasat menyebutkan, A dan WS tersebut ada hubungan keluarga. Namun, perkara ini saling lapor melapor

“Ini perkara saling lapor. Kedua belah pihak masih ada hubungan keluarga. Kami pastikan tetap tegak lurus sesuai aturan hukum yang ada,” jelas Kasat

Meski begitu, Kasat mengungkapkan, laporan kedua pelapor tersebut sejak April 2023. Namun, ada beberapa hambatan dalam prosesnya.

“Dari saksi-saksinya sulit di mintai keterangan saat proses penyelidikan. Karena mereka meminta kepada pihak penyidik untuk memfasilitasi mediasi terlebih dahulu,” sebut Kasat.

Terkait dengan adanya beberapa kali mediasi bukan menjadi tanggung jawab pihaknya. Apa lagi terkait persyaratan damai yang diajukan.

“Kita juga sudah koordinasi dengan pihak kejaksaan. Terkait perkara ini. Kita akan periksa tambahan keterangan ahli, sehingga perkara ini berjalan tetap dalam koridor hukum nya,” tambahnya. (yul/KPO-3)

Iklan
Iklan