Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HUKUM & PERISTIWA

MA Bebaskan Dua dari Empat Terdakwa Dugaan Korupsi PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari

×

MA Bebaskan Dua dari Empat Terdakwa Dugaan Korupsi PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari

Sebarkan artikel ini
-( Repro/Net)

BANJARMASIN Kalimantanpost.com – Kejaksaan Negeri Banjarmasin membenarkan telah menerima petikan putusan Mahkamah Agung (MA)dua dari empat perkara duigaan korupsi pada PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Banjarmasin. Dari empat tersangka hanya dua yang telah diterima petikannya.

“Memang betul kami baru menerima dua petikan keputusan Mahkamah Agung, atas nama M Saleh seorang kontraktor dan Suharyomo pejabat pada PT Kodja Baharai Banjarmasin,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin melalui juru bicara Kasi Intle Dimas Purnama ketika dihubungi via telpon selulernya, Rabu (12/6/2024).

Keduanya menurut Dimas semuanya di putus bebas alias memperkuat putusan pengadilan tingkat pertama di Banjarmasin.

Sementara dua lainnya yakni Albert Pattaru pejabat PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Banjarmasin dan Lidianoor sebagai kontraktornya.

Empat terdakwa dalam kasus pembangunan graving dok pada PT Dok Perkapalan Kodja Bahari Banjarmasin, dibebaskan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, karena majelis berkeyakinan keempat terdakwa tersebut tidak terbukti terhadap tuduhan Jaka Penuntut Umum.

Pembebasan keempat terdakwa tersebut yang terdiri Albert Pattaru, Soeharyono dan Albert Pattaru yang merupakan pejabat dari PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari. Sedangkan dua terdakwa lainnnya yakni pihak kontraktor M Saleh dan Lidiannor.

Pada pengadilan tindak pertama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin yang dipimpin hakim I Gede Yuliartha, dalam putusan sekitar setahun yang lalu membebaskan keempat terdakwa dan pihak Jaksa Penuntut Umum langsung mengajukan kasasi.

Seperti diketahui, dalam tuntutan jaksa keempat terdakwa telah dituntut masing-masing untuk Soeharyono dan Albert Pattaru selama 9 tahun penjara, keduanya juga didenda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan badan.

Sementara Lidiannor dan M Saleh dituntut 9 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan badan.

Baca Juga:  Tersangka Penipuan Tergiur Upah yang Cukup Besar

Sementara uang pengganti dibebankan semuanya kepada M Saleh yang meminjam perusahaan Lidiannor yakni sebesar Rp5,7 miliar lebih. Bila tidak dapat membayar, maka kurungannya bertambah selama 4 tahun dan 6 bulan.

Proyek pekerjaan yang mengalami kegagalan dimaksud adalah pembangunan graving dok pagu anggaran Rp20 miliar lebih berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan bersumber dari APBN.
Kontrak pekerjaan dimenangkan oleh PT Lidy’s Artha Borneo milik terdakwa Lidiannor yang dipinjamkan kepada terdakwa M Saleh, dengan nilai Rp 19,4 miliar tahun 2018. Akibat kelalaian para terdakwa, terdapat kerugian negara hasil audit oleh BPKP Kalsel mencapai lebih dari Rp 5,7 miliar. (hid/KPO-3)

Iklan
Iklan