Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Bersih – Bersih Rumah, Warga Kampung Arab Temukan Mortir di Lantai Dua

×

Bersih – Bersih Rumah, Warga Kampung Arab Temukan Mortir di Lantai Dua

Sebarkan artikel ini
IMG 20260416 181944

BANJARMASIN, KP — Sebuah mortir tua ditemukan di dalam rumah warga di kawasan Kampung Arab, Jalan Antasan Kecil Barat Gang Ibu RT 13, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis (15/4/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.

Mortir tersebut ditemukan oleh pemilik rumah, Farhan (24), saat membersihkan lantai dua rumahnya. Benda itu berada di atas plafon, di antara tumpukan besi bekas.

Kalimantan Post

“Waktu itu saya bersih-bersih di lantai dua. Di atas plafon ada celah kecil, saya lihat ada besi bertumpuk. Saat mau memindahkannya, saya melihat benda mirip mortir, lalu saya laporkan ke ketua RT,” ujar Farhan.

Penemuan tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Meski diduga sudah tidak aktif, temuan itu tetap dikhawatirkan membahayakan. Ketua RT 13, Ahmad Yani, yang menerima laporan warga, langsung meneruskan informasi itu kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasar Lama.

Aparat kepolisian bersama unsur TNI dan Tim Gegana Brimob Polda Kalsel kemudian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mensterilkan area dari kerumunan warga.

Pelaksana Harian Kapolresta Banjarmasin, Timbul RK Siregar, mengatakan pihaknya menerima laporan warga terkait temuan mortir tersebut dan segera berkoordinasi dengan Tim Gegana.

“Setelah menerima laporan, anggota langsung menghubungi Tim Gegana untuk melakukan penanganan di lokasi dan sterilisasi area,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, mortir tersebut diduga merupakan peninggalan lama, dikenal sebagai mortir 81 mm jenis tampayan. Tim Gegana kemudian mengamankan benda tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan apakah masih aktif atau tidak, sebelum dilakukan pemusnahan sesuai prosedur.

Selain itu, aparat juga meminta keterangan pemilik rumah untuk menelusuri asal-usul benda berbahaya tersebut.(Fik/KPO-1)

Baca Juga :  Mantan Mendikbudristek Nadiem Sebut Kerugian Negara Rp2 Triliun pada Kasus Chromebook Hasil Rekayasa
Iklan
Iklan