Pelaihari, KP – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) memastikan proyek infrastruktur jembatan di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2026.
Langkah ini diambil guna memperlancar mobilisasi hasil tani dan memperkuat urat nadi ekonomi warga pedesaan.
Kepastian tersebut menyusul rampungnya penyesuaian teknis desain bangunan agar lebih sinkron dengan kondisi lingkungan pemukiman warga.
Saat ini, proyek tersebut tengah dalam tahap pemantapan administrasi sebelum memasuki proses lelang.
Kepala Dinas PUPRP Tanah Laut, H. Syakhril Hadrianadi, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Dwi Hadi Putra, menjelaskan bahwa pihaknya sempat melakukan peninjauan ulang (review) terhadap desain awal.
Hal ini dilakukan demi meminimalisir dampak sosial terhadap rumah-rumah di sekitar titik pembangunan.
“Desainnya kita review. Yang sebelumnya cukup tinggi, akan kita ubah menjadi lebih rendah dengan konsep jembatan rangka baja yang lebih tipis, sehingga lebih sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Dwi, Rabu (15/4/2026).
Tak hanya jembatan, komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah juga mencakup perbaikan jalur transportasi menuju objek wisata unggulan, Gua Marmer.
Total alokasi dana yang disiapkan untuk kedua proyek strategis tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
“Insha Allah tahun ini kita kerjakan. Di lokasi tersebut ada dua paket kegiatan, yakni jembatan dan jalan dengan anggaran kurang lebih Rp600 juta,” jelasnya lebih lanjut. (rzk/K-6)















