Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
OlahragaTapin

FONI Tapin Kenalkan Orienteering, Kombinasi Lari dan Navigasi Mulai Dilirik Atlet Kalsel

×

FONI Tapin Kenalkan Orienteering, Kombinasi Lari dan Navigasi Mulai Dilirik Atlet Kalsel

Sebarkan artikel ini
IMG 20260511 WA0057 e1778492452844
Coaching Clinic dan latihan gabungan orienteering di kawasan Cafe Singgantung, Siring Rantau Baru. (Kalimantanpost.com/Repro)

RANTAU, Kalimantanpost.com — Dunia sport adventure di Kalimantan Selatan mulai kedatangan “pemain baru”. Federasi Orienteering Nasional Indonesia Kabupaten Tapin menggelar coaching clinic dan latihan gabungan orienteering di kawasan Cafe Singgantung, Siring Rantau Baru, Minggu (10/5/2026).

Event ini menjadi ajang pengenalan olahraga navigasi modern yang memadukan kecepatan lari dengan kemampuan membaca peta dan menentukan arah.

Kalimantan Post

Puluhan peserta dari enam kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan ambil bagian dalam sesi teori hingga simulasi lapangan.

Atmosfer latihan terasa berbeda karena peserta tidak hanya dituntut memiliki fisik prima, tetapi juga ketepatan mengambil keputusan dalam waktu singkat, mirip strategi balap reli yang mengandalkan koordinasi pereli dan navigator.

Ketua FONI Tapin Mukriyani mengatakan latihan gabungan perdana itu diikuti 41 peserta, termasuk calon pegiat baru yang tertarik mendalami orienteering.

“Khusus dari Kabupaten Tapin ada 17 calon pegiat yang mendaftarkan diri dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Peserta lokal berasal dari komunitas Rantau Running Club dan Kwartir Cabang Pramuka Tapin. Mereka diproyeksikan menjadi atlet yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Daerah 2027.

Mukriyani menilai olahraga orienteering memiliki tantangan unik karena menggabungkan endurance, teknik navigasi, serta kemampuan membaca kondisi lapangan secara cepat.

“Basis olahraga ini fisik dan skill. Karena itu kami menggandeng komunitas lari dan Pramuka untuk pembinaan atlet,” katanya.

Dalam sesi pelatihan, pengurus FONI Kalimantan Selatan Yermia Hengki Sihombing memperkenalkan dua nomor utama, yakni Sprint Distance dan Maze atau labirin.

“Kedua kategori tersebut menguji kecepatan sekaligus akurasi peserta dalam menentukan rute tercepat menuju titik kontrol, “ungkapnya.

Meski hujan sempat mengguyur arena latihan, antusiasme peserta tetap tinggi. Mereka tetap menjalani simulasi sprint sambil mempelajari penggunaan kompas, peta navigasi, dan strategi membaca lintasan.

Baca Juga :  Hampton Menyodok ke Posisi Kedua, Proton FC Sapu Bersih Kemenangan di Pro Futsal League 2

“Kami mengapresiasi semangat peserta. Cuaca tidak mengurangi antusias mereka saat praktik sprint,” ujar Yermia.

Sementara Ketua Rantau Running Club Zizi Efendi menyebut konsep orienteering menjadi tantangan baru bagi komunitas pelari di Tapin. Menurut dia, kombinasi kecepatan lari dengan kemampuan navigasi membuat olahraga ini lebih kompetitif dan menuntut konsentrasi tinggi.

“Karena basis kami lari, olahraga ini sangat menarik. Tantangannya ada di membaca peta dan penggunaan alat navigasi,” katanya.

Kehadiran FONI di Tapin dinilai membuka peluang lahirnya cabang olahraga alternatif berbasis adventure racing di Kalimantan Selatan. Selain mengandalkan stamina, olahraga ini juga menguji insting, strategi, dan kemampuan membaca medan dalam tekanan waktu.(abd/KPO-3)

Iklan
Iklan