BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kasus kehilangan di lingkungan sekolah terus berulang terjadi di Kota Banjarmasin. Kejadian terbaru terjadi di SDN Teluk Tiram 1 Banjarmasin.
Insiden tersebut tentunya memicu perhatian serius Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin untuk perketat pengamanan di lingkungan sekolah.
Bukan tanpa asalan, menurut Yamin aksi pencurian ini pada akhirnya akan menghambat proses belajar mengajar di sekolah, karena sebagian besar yang dicuri merupakan fasilitas belajar guru kepada siswa.
“Kedepan kepada Kadisdik (Kepala Disdik) untuk lebih menekankan lagi masalah pengamanan sekolah,” tegas Yamin, Selasa (16/6/2026).
Supaya aksi serupa tak terulang kembali, Yamin juga mendesak agar adanya pemasangan CCTV di tiap sekolah agar lingkungan sekolah terpantau. Apalagi saat libur sekolah tiba nanti.
“Mengingat ini sudah berulang jadi kita harus ambil langkah konkret,” tekannya.
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama menuturkan seringnya aksi pembobolan ini, penting untuk dilakukan evaluasi total pada sistem pengamanan internal sekolah.
Ada dua poin utama yang menjadi fokus Disdik Kota Banjarmasin saat ini yakni melakukan seleksi ketat penjaga sekolah dan sinergitas antara RT maupun RW.
“Kita minta sekolah harus lebih aktif membangun komunikasi dengan pengurus RT, RW hingga warga sekitar untuk ikut serta memantau dan menjaga kawasan sekolah,” terangnya.
Adapun aksi pembobolan di SDN Teluk Tiram 1 Banjarmasin sudah dilaporkan kepada pihak berwajib yang akan menindaklanjuti.
Tentunya, kasus ini akan pihaknya terus dikawal dan mengkonfirmasi perkembangan penyelidikan dari kepolisian.
Sebelumnya, Kepala SDN Teluk Tiram 1 Banjarmasin, Siti Maimunah mengungkapkan sekolah memang terbilang rawan terhadap aksi pencurian. Bahkan sejak dirinya menjabat pada tahun 2023 lalu, kasus pencurian serupa sudah beberapa kali terjadi.
“Sebelum menjabat kejadian pencurian sudah pernah terjadi. Tahun 2023 saat saya menjabat hilang satu unit laptop dan sudah dilaporkan. Namun sampai sekarang tidak ditemukan siapa pencurinya,” ujarnya.
Mengingat aksi pencurian terus berulang, pihaknya sudah memperketat pengamanan. Mulai memaku jendela agar tidak bisa dibuka. Kemudian pemasangan 6 CCTV yang terbesar di sejumlah titik.
Namun kenyataannya, upaya tersebut masih tak berhasil karena pencuri seperti mengetahui celah hingga pembobolan kembali terjadi.
“Sudah kami laporkan dan sedang berproses, semoga kali ini bisa ditemukan malingnya,” tutupnya. (ham/KPO-3)















