BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) RI Bidang Pangan, Dr Hanif Faisol Nurofiq memaparkan kontribusi sektor kehutanan terhadap ketahanan pangan nasional.
“Ada lima peran strategis sektor kehutanan dalam membentuk siklus Pondasi Pangan Berkelanjutan,” kata Hanif, saat memberikan kuliah umum di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Senin (18/5/2026), di Banjarbaru.
“Meliputi tata air, kontrol erosi, agroforestry, produksi pangan dan mitigasi iklim,” tambahnya, pada Kuliah umum mengangkat tema “Peran Strategis Sektor Kehutanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui FOLU Net Sink 2030”, di aula Fakultas Kehutanan ULM, Banjarbaru.
Wamenko juga menekankan, hutan bukan sekadar penyedia kayu.
“Hutan adalah infrastruktur kehidupan yang menopang sistem pangan dari hulu ke hilir,” tegas Hanif.
Melalui FOLU Net Sink 2030, kita tidak hanya menyerap karbon, tetapi juga membangun fondasi ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Kuliah umum ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM mengenai keterkaitan antara pengelolaan ekosistem hutan dan ketahanan pangan
nasional
Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri mengapresiasi terselenggaranya kuliah umum bergengsi ini dan menegaskan kegiatan ini sejalan dengan komitmen ULM dalam pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.
Rektor juga menekankan, ULM saat ini dipercaya mengelola Kawasan Hutan Dengan
Tujuan Khusus (KHDTK) seluas 1.617 Ha dan Lahan Mangrove seluas 611 Ha di wilayah
Kotabaru.
“Kepercayaan ini menjadikan ULM salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki tanggung jawab langsung dalam pengelolaan ekosistem hutan dan mangrove,” kata Prof Ahmad.
Selain itu, juga memperkuat posisi strategis ULM dalam mendukung agenda nasional FOLU Net Sink 2030.
Lebih lanjut diungkapkan, ULM berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan target FOLU Net Sink 2030.
Diharapkan kegiatan ini mendorong mahasiswa sebagai calon pengelola hutan masa depan untuk mengintegrasikan pendekatan agroforestry dan perhutanan sosial dalam praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan, demi terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional. (adv/lyn/KPO-4).















