Banjarbaru, KP – Aparatur pemadam kebakaran (Damkar) Kalsel telah menjalani pelatihan selama tujuh hari.
Melalui program In House Training Pemadam Kebakaran Kualifikasi Pemadam I Angkatan VII Tahun 2026, personel damkar akan digembleng.
Pelatihan telah berlangsung sejak 23 hingga 29 Juni 2026, dengan porsi praktik lapangan yang lebih dominan untuk memperkuat kemampuan teknis peserta.
Salah satu poin penting adalah risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Personel damkar menjadi salah satu sektor penanggulangan karhutla.
Selain itu, Satpol PP dan Damkar Kalsel akan memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait lainnya dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.
“Kami siap bersinergi dengan BMKG, BPBD, dan seluruh instansi terkait. Aparatur damkar, baik yang baru menyelesaikan pelatihan maupun personel di seluruh kabupaten dan kota, siap membantu upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalsel,” jelas Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kalsel, Maulana Fatahillah, Senin (29/6).
Ia menyebut personel damkar telah menjalani pelatihan selama tujuh hari.
Sebanyak 70 persen materinya berupa praktik di lapangan, meliputi pengenalan sarana dan prasarana, teknik pemadaman, hingga teknik penyelamatan yang menjadi kompetensi dasar aparatur pemadam kebakaran. “30 persen lainnya berupa teori dan pembinaan disiplin,” ujarnya.
Menurut Maulana, penguatan kompetensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme aparatur damkar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik pada aspek pencegahan maupun penanganan kebakaran dan penyelamatan.
Ia menambahkan, sejalan dengan pesan Gubernur Kalsel saat penutupan pelatihan, seluruh peserta diharapkan menjadi sumber daya manusia yang semakin kompeten dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan aparatur pemadam kebakaran semakin profesional, kompeten, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dalam pencegahan, penanggulangan kebakaran, maupun penyelamatan,” katanya. (mns/K-2)















