Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Realisasi PAD Tembus Rp286 Miliar

×

Realisasi PAD Tembus Rp286 Miliar

Sebarkan artikel ini

Pemkab Tala Kurangi Ketergantungan Dana Pusat

Hal 2 Tala 1 3 klm 11
KEGIATAN - Validasi Hasil Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Secara Virtual. (KP/Ist)

P|elaihari, KP – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sukses mencatatkan tren positif dalam tata kelola keuangan daerah.

Dalam agenda Validasi Hasil Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Kamis (18/6/2026).

Kalimantan Post

Pemkab Tala melaporkan kenaikan indeks IPKD yang kini mencapai angka 9,70.

Capaian tersebut dipaparkan langsung oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, dari Command Center Diskominfostasan Tala.

Berdasarkan data evaluasi, nilai IPKD Tanah Laut konsisten merangkak naik secara berkesinambungan dari angka 9,38 pada tahun 2021 hingga menyentuh 9,70 pada tahun 2024.

“Peningkatan tersebut merupakan hasil komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah yang transparan serta akuntabel,” ujar Rahmat Trianto.

Selain capaian indeks, sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi poin krusial yang dipaparkan. Saat ini, realisasi PAD Kabupaten Tanah Laut berada di kisaran Rp286 miliar.

Sektor-sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, perikanan, serta pariwisata tercatat masih menjadi penyumbang kontribusi terbesar bagi pendapatan bumi

Tuntung Pandang.

Bupati menegaskan, pihaknya terus bergerak aktif mengoptimalkan potensi lokal guna menekan ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.

Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang dalam menghadapi dinamika anggaran di masa depan.

“Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan sumber pendapatan lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dan sektor sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui,” tambahnya.

Terkait belanja operasional, Pemkab Tala memastikan porsi belanja pegawai hingga tahun 2026 ini masih terjaga stabil di angka 29 persen.

Persentase tersebut dinilai aman karena berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan regulasi pusat. Kendati demikian, langkah mitigasi tetap disiapkan untuk mengantisipasi risiko penurunan dana transfer di masa mendatang.

Baca Juga :  BPS Tala Terjunkan 362 Petugas Sensus

Di sisi lain, anggaran daerah juga dialokasikan secara presisi untuk akselerasi program unggulan. Pada tahun 2026 ini, Pemkab Tala resmi merealisasikan program “Satu Desa Satu Sarjana” dan Sarjana Pelopor Desa untuk memperluas akses pendidikan tinggi di pedesaan.

Selain itu, optimalisasi pelayanan publik digital juga dipacu melalui integrasi layanan pengaduan Call Center 112 di setiap perangkat daerah. (rzk/K-6)

Iklan
Iklan