Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tapin

Tinjau Progres Jalan Pandahan–Margasari

×

Tinjau Progres Jalan Pandahan–Margasari

Sebarkan artikel ini

Pembebasan Lahan Jadi Tantangan

Hal 12 Tapin 35 klm 1
BUPATI - Bersama Wakil Bupati Tapin saat mendengarkan paparan dari Dandim 1010 Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra terkait pembangunan ruas jalan Pandahan - Margasari program kegiatan padat karya TNI 1010 Tapin. (KP/Ist)

Rantau, KP – Bupati Tapin H Yamani bersama Wakil Bupati H Juanda meninjau langsung progres pembangunan jalan penghubung Pandahan–Margasari, Kamis (2/7/2026).

Infrastruktur strategis tersebut diproyeksikan membuka konektivitas baru antara Kecamatan Tapin Tengah dan Kecamatan Candi Laras Selatan sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil ekonomi.

Kalimantan Post

Peninjauan dimulai dari ruas Jalan Pandahan hingga kawasan Rawa Muning 1. Di lokasi tersebut, rombongan disambut Komandan Kodim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra yang memaparkan perkembangan pekerjaan pelebaran badan jalan yang dikerjakan melalui program padat karya TNI.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju kawasan Rawa Muning 2 yang berada di dekat jalur hauling batu bara. Pada titik itu direncanakan pembangunan ruas jalan baru yang akan diteruskan hingga terhubung ke wilayah Margasari di Kecamatan Candi Laras Selatan.

Bupati Tapin H Yamani mengatakan pembangunan jalan Pandahan–Margasari merupakan proyek jangka panjang yang membutuhkan perencanaan matang karena kondisi medan yang cukup menantang.

“Pembangunan jalan ini membutuhkan proses dan waktu. Selain panjang ruas yang harus dikerjakan, masih ada pembangunan jembatan serta pekerjaan timbunan tanah yang harus diselesaikan secara bertahap,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah pekerjaan besar masih harus diselesaikan, mulai dari pembangunan beberapa jembatan hingga pekerjaan urugan tanah pada sejumlah titik yang memerlukan waktu pengerjaan cukup panjang.

Yamani mengungkapkan salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah pembebasan lahan. Hingga saat ini terdapat 39 bidang tanah yang statusnya belum tuntas sehingga memerlukan penyelesaian lebih lanjut bersama para pemilik lahan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tapin optimistis proyek tersebut dapat terus berjalan sesuai rencana.

“Insha Allah pembangunan jalan baru Pandahan–Margasari akan terus kami lanjutkan hingga selesai. Jalan ini sangat penting untuk membuka akses masyarakat dan mendukung perkembangan wilayah,” kata Yamani.

Baca Juga :  Desa Ayunan Papan Wakili Tapin pada Verifikasi Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Kalsel

Ia menegaskan seluruh pembiayaan pembangunan jalan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tapin sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur konektivitas antarkecamatan.

Sementara itu, Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra menjelaskan keterlibatan TNI melalui program padat karya difokuskan pada pekerjaan awal pembukaan dan penyiapan badan jalan.

Menurut Dimas, dari total panjang jalan sekitar 17 kilometer yang direncanakan menghubungkan Pandahan dan Margasari, TNI saat ini menangani pekerjaan sepanjang 1.500 meter.

“Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembentukan badan jalan, pembuatan pondasi sisi kiri dan kanan jalan, serta pengurukan. Lebar badan jalan yang dikerjakan mencapai 30 meter,” ujarnya.

Ia menyebut progres pekerjaan berjalan sesuai target dan hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Personel yang terlibat bersama masyarakat terus bekerja untuk mempercepat penyelesaian tahapan pembangunan yang menjadi tanggung jawab TNI.

Dimas berharap pembangunan jalan tersebut dapat terus berlanjut hingga benar-benar menghubungkan Pandahan dengan Margasari.

“Jalan ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Memang membutuhkan waktu karena panjang ruas yang harus dibuka cukup signifikan, tetapi prosesnya berjalan dengan baik,” katanya.

Apabila rampung, ruas Pandahan–Margasari akan menjadi jalur alternatif baru yang diharapkan mampu memperpendek waktu tempuh antarkawasan, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta membuka peluang pengembangan wilayah di bagian selatan Kabupaten Tapin.(abd/K-6)

Iklan
Iklan