BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kalimantan Post menggelar Dialog Interaktif bertajuk “Listrik Tak Boleh Mati Lagi!” sebagai upaya mendorong lahirnya solusi nyata atas persoalan pemadaman listrik yang belakangan dikeluhkan masyarakat Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Pimpinan Umum Kalimantan Post, Rabu (15/7/2026), dan dihadiri unsur pemerintah, DPRD, PLN, akademisi, pelaku usaha, organisasi profesi, serta insan pers.
Sambutan Pimpinan Umum Kalimantan Post, Troy Satria, yang dibacakan putrinya, Gea Nameera Troy, menegaskan bahwa tema diskusi dipilih karena mencerminkan harapan masyarakat agar persoalan pemadaman listrik segera mendapat penyelesaian yang konkret.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam Diskusi Interaktif bertema Listrik Tak Boleh Mati Lagi!. Tema ini merupakan harapan masyarakat Kalimantan Selatan agar persoalan pemadaman listrik dapat segera memperoleh solusi yang nyata,” ujar Gea.
Menurutnya, listrik kini telah menjadi kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat. Tidak hanya dibutuhkan rumah tangga, tetapi juga menjadi penunjang pelayanan publik, dunia usaha, hingga operasional media massa.
Ia mengungkapkan, Kalimantan Post selama ini juga menerima banyak keluhan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik.
“Kami menerima banyak keluhan dari pelaku UMKM yang terdampak pemadaman listrik. Ketika listrik padam, aktivitas ekonomi ikut terhenti. Karena itu, listrik dapat dikatakan sebagai jantung kehidupan masyarakat,” katanya.
Gea berharap dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi mampu melahirkan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan.
“Semoga diskusi ini melahirkan solusi nyata agar pelayanan listrik di Banua semakin andal, sehingga mampu mendukung kemajuan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Dialog interaktif tersebut dihadiri Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan Endarto mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, perwakilan General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Mujianto dan Muhammad Hendy Syaifudin, Wakil Ketua Umum Kadin Kalsel Bidang Perindustrian Mahyuni, Ahli Pers Drs. Faturrahman, M.Med.Kom, Ketua PWI Kalsel H. Zainal Helmi, Sukhrowardi selaku moderator, serta akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan insan pers. (Tim/KPO-1)















