BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Barito Putera. Mantan Asisten Manajer (Asmen) Barito Putera periode 2015–2019, Syarifudin Ardasa, meninggal dunia pada Kamis malam (16/7/2026).
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi insan sepak bola Kalimantan Selatan. Selain pernah menjadi bagian penting dalam manajemen Barito Putera, Syarifudin Ardasa juga dikenal aktif sebagai Executive Committee (Exco) PSSI Provinsi Kalimantan Selatan, dengan dedikasi besar dalam pembinaan dan kemajuan sepak bola Banua.
Owner Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya sosok yang selama ini dikenalnya sebagai pribadi yang baik dan profesional.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar Barito Putera, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum H. Syarifudin Ardasa. Beliau adalah sosok yang baik, profesional, dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk sepak bola Kalimantan Selatan. Semoga segala amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucap Hasnuryadi.
Hasnuryadi menilai almarhum bukan hanya berperan dalam mendampingi perjalanan Barito Putera selama menjabat Asisten Manajer, tetapi juga terus berkontribusi bagi perkembangan sepak bola daerah melalui kepengurusannya di PSSI Kalimantan Selatan.
“Beliau telah memberikan banyak pengabdian bagi Barito Putera maupun sepak bola Banua. Insya Allah jasa dan pengorbanan beliau akan selalu kami kenang. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” tambahnya.
Semasa menjadi Asisten Manajer Barito Putera pada 2015 hingga 2019, Syarifudin Ardasa dikenal sebagai figur yang dekat dengan pemain, jajaran pelatih, dan manajemen.
Sosoknya turut mengawal berbagai agenda tim berjuluk Laskar Antasari dalam kompetisi nasional, sekaligus aktif mendukung pembinaan sepak bola di Kalimantan Selatan melalui perannya sebagai Exco PSSI Kalsel.
Kepergian Syarifudin Ardasa menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Barito Putera dan insan sepak bola Kalimantan Selatan yang mengenalnya sebagai pribadi berdedikasi serta memiliki komitmen tinggi dalam memajukan olahraga sepak bola di Banua. (KPO-1)















