Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Janji, Warga Banjarmasin Terdampak Pemadaman Dapat Kompensasi

×

Janji, Warga Banjarmasin Terdampak Pemadaman Dapat Kompensasi

Sebarkan artikel ini
pln 2

Banjarmasin, KP – PLN UP3 Banjarmasin berjanji akan memberikan kompensasi kepada warga kota yang terdampak pada pemadaman listrik bergilir yang terjadi akhir-akhir ini.

Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar menjelaskan kompensasi kepada pelanggan ini mengacu pada Undang-Undang (UU) Ketenagalistrikan dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).

Kalimantan Post

Dimana kompensasi diberikan secara otomatis jika durasi gangguan melebihi batas standar toleransi dan ketentuan.

“Secara otomatis pergantiannya dari rekening bayar bahkan dari token listrik per bayar. Jadi semua pelanggan yang terdampak akan dapat kompensasi,” kata Yanuar, Senin (27/7).

Kompensasi nanti diberikan setelah listrik kembali normal.

Dimana pihak PLN akan melakukan TMP kepada pelanggannya.

“Nanti ketuk palu dari sisi ESDM, setelah normal nanti baru diberlakukan TMP itu sendiri,” jelasnya.

Adapun merujuk Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025, pelanggan berhak memperoleh kompensasi apabila durasi gangguan listrik melampaui standar TMP yang berlaku.

Besaran kompensasi dihitung berdasarkan lamanya gangguan di atas batas tersebut. Semakin lama durasi pemadaman melebihi standar pelayanan, semakin besar pula kompensasi yang diberikan kepada pelanggan.

Berikut rinciannya lama gangguan di atas TMP besaran kompensasi :

Sampai dengan 2 jam: 50% dari biaya beban atau rekening minimum.

Lebih dari 2 hingga 4 jam: 75% dari biaya beban atau rekening minimum.

Lebih dari 4 hingga 8 jam: 100% dari biaya beban atau rekening minimum.

Lebih dari 8 hingga 16 jam: 200% dari biaya beban atau rekening minimum.

Lebih dari 16 hingga 40 jam: 300% dari biaya beban atau rekening minimum.

Lebih dari 40 jam: 500% dari biaya beban atau rekening minimum.

Tentunya besaran kompensasi tersebut merupakan bentuk perlindungan bagi pelanggan apabila mutu pelayanan kelistrikan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  IKA UNAIR Kalsel dan Kajati, Podcast Bersama Rangkaian Tour Office

Tidak Bisa Jamin

Sisi lain, PLN tidak bisa jamin pemadaman bergilir di Banjarmasin segera berakhir.

Bahkan menurut Manager PLN UP3 Banjarmasin Yanuar, solusi yang bisa dilakukan pihaknya saat ini hanya bisa pengurangan durasi pemadaman listrik saja dalam minggu-minggu ini.

“Teman-teman pembangkit memberikan informasi bahwa ada pembangkit yang sudah selesai dipelihara dan gangguan perbaikan itu akan masuk sistem hingga durasi pemadaman listrik berkurang dari 5-6 jam menjadi 3 jam,” ungkap Yanuar, Senin (27/7).

Selanjutnya pada tanggal 5 hingga 10 Agustus mendatang, durasi pengurangan kian bertambah dari 3 jam sampai tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir.

Namun pihaknya tidak bisa menjamin, pemadaman listrik akan benar-benar berakhir pada saat itu karena masuk dalam status siaga.

“Artinya siaga itu, normal tidak ada pemadaman tapi sewaktu-waktu apabila ada pembangkit yang mengalami gangguan mendadak atau tiba-tiba itu akan dilakukan manajemen beban atau pemadaman bergilir lagi.

Tapi tidak keseluruhan yang terdampak, terbatas yang akan merasakan,” jelas Yanuar.

Meskipun begitu, berdasarkan informasi tim pembangkit selama masa pemeliharaan di bulan Agustus nanti.

Semua sudah dikerahkan sepenuhnya untuk memperbaiki pembangkit listrik yang mengalami gangguan agar pemadaman listrik bisa teratasi.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sebagai pelanggan PLN yang terdampak dengan adanya pemadaman bergilir karena langkah ini diambil agar tidak terjadi pemadaman serentak.

Mengingat adanya problem daya pasokan yang berkurang dan pembangkit listrik yang sedang terganggu.

“Jika dipaksakan durasi pendek, maka bisa padam serentak dan penormalannya lama sekali. Paling cepat 15 sampai 24 jam.

Hingga kita terapkan pemadaman listrtik bergilir ini. Jadi mohon pengertiannya,” sebutnya.

Dalam kondisi saat ini, ia juga meminta dukung masyarakat untuk bisa melakukan penghematan atau pengurangan penggunaan listrik.

Baca Juga :  Peringati Hari Kebaya Nasional Ke-3, Gatriwara dan DWP Setwan Kalsel Ajak Perempuan Banua Bangga Kenakan Kebaya

“Pelanggan yang bisa mengurangi pemakaiannya dalam periode per harinya bisa 30-40 persen itu sangat membantu agar durasi padam kita tidak panjang,” harapnya. (ham/K-2)

Iklan
Iklan