Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

PLN Tidak Bisa Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Banjarmasin Segera Berakhir

×

PLN Tidak Bisa Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Banjarmasin Segera Berakhir

Sebarkan artikel ini
IMG 20260727 WA0043 e1785142772130
Manager PLN UP3 Banjarmasin Yanuar. (Kalimantanpost.com/hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Warga Kota Banjarmasin dan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih harus bersabar menghadapi pemadaman listrik bergilir. Sebab hingga saat ini, PLN belum dapat memastikan kapan kondisi kelistrikan akan kembali normal sepenuhnya.

Bahkan menurut Manager PLN UP3 Banjarmasin Yanuar, solusi yang bisa dilakukan pihaknya saat ini hanya bisa pengurangan durasi pemadaman listrik saja dalam minggu-minggu ini.

Kalimantan Post

“Teman-teman pembangkit memberikan informasi bahwa ada pembangkit yang sudah selesai dipelihara dan gangguan perbaikan itu akan masuk sistem hingga durasi pemadaman listrik berkurang dari 5-6 jam menjadi 3 jam,” ungkap Yanuar, Senin (27/7/2026).

Selanjutnya pada 5 hingga 10 Agustus mendatang, durasi pengurangan kian bertambah dari 3 jam sampai tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir.

Namun pihaknya tidak bisa menjamin, pemadaman listrik akan benar-benar berakhir pada saat itu karena masuk dalam status siaga.

“Artinya siaga itu, normal tidak ada pemadaman tapi sewaktu-waktu apabila ada pembangkit yang mengalami gangguan mendadak atau tiba-tiba itu akan dilakukan manajemen beban atau pemadaman bergilir lagi. Tapi tidak keseluruhan yang terdampak, terbatas yang akan merasakan,” jelas Yanuar.

Meskipun begitu, berdasarkan informasi tim pembangkit selama masa pemeliharaan di bulan Agustus nanti. Semua sudah dikerahkan sepenuhnya untuk memperbaiki pembangkit listrik yang mengalami gangguan agar pemadaman listrik bisa teratasi.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sebagai pelanggan PLN yang terdampak dengan adanya pemadaman bergilir karena langkah ini diambil agar tidak terjadi pemadaman serentak. Mengingat adanya problem daya pasokan yang berkurang dan pembangkit listrik yang sedang terganggu.

“Jika dipaksakan durasi pendek, maka bisa padam serentak dan penormalannya lama sekali. Paling cepat 15 sampai 24 jam. Hingga kita terapkan pemadaman listrtik bergilir ini. Jadi mohon pengertiannya,” sebutnya.

Baca Juga :  Kebaya dan Sasirangan sebagai Identitas Bangsa dan Banua

Dalam kondisi saat ini, ia juga meminta dukung masyarakat untuk bisa melakukan penghematan atau pengurangan penggunaan listrik.

“Pelanggan yang bisa mengurangi pemakaiannya dalam periode per harinya bisa 30-40 persen itu sangat membantu agar durasi padam kita tidak panjang,” harapnnya. (ham/KPO-4)

Iklan
Iklan