KECELAKAAN maut di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Kecamatan Mantewe, yang merenggut tujuh nyawa, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Para korban bukan hanya angka dalam laporan kepolisian. Mereka adalah anak-anak muda yang sedang menuntut ilmu, relawan yang mengabdi kepada masyarakat, serta seorang sopir yang mencari nafkah untuk keluarganya.
Kepergian mereka meninggalkan luka yang sulit diobati. Orang tua kehilangan anak, sahabat kehilangan teman, dan dunia pendidikan kehilangan generasi yang sedang menata masa depan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang seharusnya menjadi momen pengabdian dan pembelajaran, justru berubah menjadi tragedi yang memilukan.
Di tengah suasana duka, penyebab pasti kecelakaan tentu harus menunggu hasil penyelidikan aparat. Namun, masyarakat yang kerap melintasi jalur tersebut mengetahui bahwa ruas jalan lurus di kawasan Mantewe menyimpan potensi bahaya. Terdapat beberapa lubang besar yang dapat mengejutkan pengendara, terutama mereka yang belum mengenal medan.
Jalan yang lurus sering kali menimbulkan rasa aman yang semu. Pengemudi bisa kehilangan kewaspadaan, mengantuk akibat perjalanan panjang, atau melakukan manuver mendadak untuk menghindari lubang di jalan. Dalam hitungan detik, keputusan spontan itu dapat berujung petaka.
Karena itu, tragedi Mantewe tidak boleh hanya dipandang sebagai musibah biasa. Ini harus menjadi peringatan bersama bahwa keselamatan di jalan bergantung pada banyak faktor: kondisi kendaraan, kesiapan fisik pengemudi, kecepatan berkendara, hingga kualitas infrastruktur yang tersedia.
Pemerintah dan pihak terkait perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru. Lubang-lubang besar yang membahayakan harus segera diperbaiki, rambu peringatan diperjelas, dan penerangan jalan ditingkatkan. Jalan yang tampak lurus dan lengang bukan berarti bebas risiko.
Bagi para pengendara, tragedi ini juga menjadi pengingat agar tidak memaksakan diri saat tubuh lelah atau mengantuk. Beristirahat sejenak jauh lebih berharga daripada mempertaruhkan keselamatan.
Di atas segalanya, saat ini yang paling penting adalah memberikan ruang bagi keluarga korban untuk berduka. Tidak ada kata yang mampu menghapus kesedihan mereka. Yang dapat dilakukan masyarakat adalah mengirimkan doa dan dukungan, sembari berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Tujuh nyawa telah pergi. Semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga duka dari Mantewe menjadi pelajaran berharga agar keselamatan di jalan raya benar-benar menjadi tanggung jawab bersama.













