Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Kemerdekaan Perlu Terasa Hingga ke Udara

×

Kemerdekaan Perlu Terasa Hingga ke Udara

Sebarkan artikel ini

Editorial Kalimantan Post, 18 Agustus 2026

PERINHATAN HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Selatan berlangsung khidmat. Sang Merah Putih berkibar, lagu-lagu perjuangan menggema, dan pesan untuk meneruskan perjuangan para pahlawan kembali disampaikan. Namun, di balik seremoni tersebut, ada pekerjaan besar yang tidak boleh dilupakan: memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti bebas dari rasa takut, bebas dari ancaman bencana yang sebenarnya dapat dicegah, serta memiliki lingkungan hidup yang sehat dan layak.

Kalimantan Post

Peringatan kemerdekaan tahun ini mendapat catatan serius dari WALHI Kalimantan Selatan. Berdasarkan analisis mereka, sekitar 3.520 titik panas terdeteksi di Kalsel sepanjang 1 Mei hingga 12 Agustus 2026. Luas kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai 4.582 hektare.

Angka tersebut seharusnya tidak sekadar menjadi statistik tahunan. Di balik setiap titik api terdapat lingkungan yang rusak, asap yang dihirup masyarakat, aktivitas warga yang terganggu dan ancaman terhadap masa depan generasi berikutnya.

Lebih serius lagi, WALHI menyebut sekitar 71 persen titik panas pada periode Mei-Juli berada di wilayah konsesi perusahaan. Data ini tentu perlu ditanggapi secara objektif dan ditindaklanjuti melalui pengawasan serta pemeriksaan yang transparan. Jika ditemukan pelanggaran, penegakan aturan tidak boleh ragu.

Karhutla memang dapat dipengaruhi cuaca dan fenomena iklim. Namun, pemerintah tidak boleh berhenti pada alasan alam. Tata kelola lahan, pengawasan perusahaan, kondisi gambut, kanal air dan perubahan bentang alam harus menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh.

Pemerintah daerah juga perlu melihat relawan sebagai mitra penting. Mereka tidak seharusnya hanya dicari ketika api sudah membesar. Pengetahuan masyarakat di lapangan justru harus dilibatkan sejak tahap pencegahan, mitigasi hingga pemulihan.

Baca Juga :  Ketika Al-Qur’an Berhenti di Ingatan

Momentum kemerdekaan semestinya menjadi saat untuk memperluas makna perjuangan. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, kini perjuangan diteruskan dengan menjaga tanah, hutan, sungai dan ruang hidup.

Kalsel harus merdeka dari asap. Kalsel juga harus merdeka dari kebijakan yang membiarkan kerusakan lingkungan berlangsung tanpa pemulihan.

Pesan Gubernur H Muhidin agar generasi muda meneruskan perjuangan pahlawan melalui belajar dan berkarya patut diterjemahkan lebih luas. Generasi muda membutuhkan lingkungan yang sehat untuk belajar, tumbuh dan membangun masa depan.

Kemerdekaan akhirnya bukan hanya tentang upacara dan kibaran bendera. Kemerdekaan adalah ketika setiap warga dapat menghirup udara bersih, hidup aman dari bencana ekologis dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada anak cucu.

Dirgahayu Indonesia. Mari mengisi kemerdekaan dengan menjaga Banua.

Iklan
Iklan