Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tanggungjawab berarti jika terjadi suatu hal, seseorang yang bertanggung jawab boleh dituntut, dipersalahkan, atau diperkarakan. Sedangkan menurut Islam, tanggungjawab itu berarti kesadaran diri setiap manusia atas segala perbuatan, ucapan, dan pilihan yang dilakukan secara sadar maupun tidak, yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban mutlak di hadapan Allah SWT .
Tanggung jawab merupakan perwujudan dari sifat amanah, artinya dapat dipercaya, sehingga tanggung jawab bersifat kodrati, dan sudah menjadi bagian hidup manusia bahwa setiap manusia dibebani dengan tanggung jawab. Tanggung jawab adalah bagian dari ajaran Islam yang disebut mas’uliyyah. Mas’uliyyah merupakan tanggung jawab yang merujuk pada konsep keberadaan seseorang yang bertanggung jawab atas segala apa yang dia lakukan, baik dalam hubungan dengan Allah, diri sendiri, maupun sesama manusia.
Menurut Islam, tanggungjawab itu terbagi kepada : (1) Kepada Allah SWT. Menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, serta beribadah dengan ikhlas; (2) Terhadap diri sendiri. Menjaga kesehatan, akal, kehormatan, serta potensi diri dari hal-hal yang merusak; (3) Terhadap keluarga. Membimbing, memberi nafkah, dan melindungi anggota keluarga agar selamat dunia akhirat; (4) Terhadap masyarakat dengan menjaga keadilan, tolong-menolong dalam kebaikan, dan peduli pada lingkungan sosial. (5) Terhadap Alam: Menjaga kelestarian lingkungan dan tidak melakukan kerusakan di muka bumi.
Tanggung jawab adalah kewajiban menanggung atas perbuatan yang telah dilakukannya, dengan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya, disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab ialah berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Hal ini sebagai firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya”. (QS. Al Isra : 36)
Orang yang bertanggungjawab akan melahirkan seorang yang menjadi pemempin terbaik karena dia akan melakukan hal sebagai berikut, yakni :
- Menepati janji dan bekerja tepat waktu. Memikirkan segala sesuatu dengan baik, karena ia akan merencanakan segala hal dengan rapi dan matang, juga akan lebih hati-hati dalam memilih keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya;
- Memiliki hubungan baik dengan banyak orang dan tidak mudah mengeluh. Memiliki hubungan baik dengan banyak orang dalam kehidupan, memahami bahwa dalam setiap fase kehidupan akan ada masa-masa sulit. menggali hal-hal positif dari apa yang dihadapi dan tidak mudah mengeluh atas situasi yang ada.
- Tidak lari dari masalah dan cerdas dalam mengatasi masalah. Konsekuensi atas apa yang pernah ia putuskan atau lakukan. Resiko dari kesalahan yang diperbuat akan dipikulnya dengan penuh kehati-hatian supaya tidak muncul kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
- Tidak menunda pekerjaan dan memprioritaskan yang lebih penting. Menerapkan sikap tanggung jawab, bisa terhindar dari menunda-nunda pekerjaan dan terbiasa dengan prioritas, serta ia akan berusaha mencari solusi dikala ada masalah sehingga tidak menyalahkan orang lain.
Tanggung jawab yang dilakukan secara konsisten akan membuat seseorang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Pertanyaan sedearhana adalah Apakah para pemimpin yang diberi amanah sekarang mempunyai sikap bertanggungjawab? Atau mereka hanya karena ada faktor-faktor tertentu, sehingga mendapatkan jabatan yang turut mengatur, daerah, Negara, namun mereka tidak dapat dikatakan orang yang sukses karena tanggungjawab, tapi jangan lupa apa yang mereka kerjakan akan minta pertanggungjawaban di pengadilan Ilahi Rabby. Di akhirat kelak.













