Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Memilah Sampah dari Rumah, Langkah Kecil yang Berdampak Besar bagi Lingkungan

×

Memilah Sampah dari Rumah, Langkah Kecil yang Berdampak Besar bagi Lingkungan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260807 WA0003 e1786058113719

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat. Melalui pengelolaan yang tepat, sebagian besar sampah rumah tangga tidak harus berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan dapat diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat.

Pesan edukatif tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Pengelolaan Sampah Plastik sebagai Potensi Ekonomi Berkelanjutan yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Laboratorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Desa Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Kalimantan Post

Direktur Bank Sampah Kenanga Banjarmasin, Fatmawaty, yang hadir sebagai narasumber mengajak masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan dalam mengelola sampah dengan menerapkan pemilahan sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, prinsip pengelolaan sampah yang dikenal dengan konsep 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle, menjadi kunci dalam mengurangi timbunan sampah.

“Reduce berarti mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari, reuse adalah menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, sedangkan recycle merupakan upaya mendaur ulang sampah menjadi produk baru yang bermanfaat,” jelasnya.

Fatmawaty menerangkan, sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kaleng yang telah dipilah dapat disetorkan ke bank sampah untuk memperoleh nilai ekonomi. Sementara itu, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, ecoenzyme, atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Dengan memilah sampah sejak awal, hanya sampah residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi yang akan dibuang ke TPA. Langkah sederhana tersebut diyakini mampu mengurangi volume sampah, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ia menegaskan, perubahan perilaku memang membutuhkan waktu, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan kecil di lingkungan keluarga.

Baca Juga :  Gubernur Muhidin Tinjau PLTU Asamasam Minta Percepatan Perbaikan

“Perubahan memang tidak terjadi dalam semalam. Namun, jika dimulai dari diri sendiri dan dari rumah, sedikit demi sedikit akan menjadi budaya yang membawa manfaat bagi lingkungan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Bank Sampah Kenanga Banjarmasin yang berlokasi di kawasan Jalan Sultan Adam, Komplek Mahligai, Kelurahan Sungai Jingah, Kota Banjarmasin, menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk belajar mengelola sampah secara bijak sekaligus memperoleh manfaat ekonominya.

Melalui edukasi yang terus dilakukan, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa sampah bukan sekadar barang buangan. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat berubah menjadi sumber daya yang bernilai, sementara lingkungan tetap terjaga bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan