BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Semangat kewirausahaan mahasiswa kembali berkobar di lingkungan kampus. Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menggelar ajang bergengsi, Business Plan Competition 3.0. Adu gagasan bisnis yang dipenuhi ide-ide brilian ini berlangsung meriah di Lecture Theatre Hall Gedung Baru FISIP ULM, Minggu (6/09/2026).
Ajang yang menjadi program kerja unggulan himpunan ini dirancang khusus sebagai wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis yang inovatif dan solutif.
Tidak sekadar kompetisi di atas kertas, kegiatan ini mengusung misi besar untuk mendorong lahirnya generasi entrepreneur muda yang mampu menciptakan dampak positif serta memberikan solusi konkret bagi masyarakat di era yang terus berkembang.
Rangkaian perhelatan pencarian bibit wirausaha muda ini diawali dengan penuh khidmat melalui pembacaan doa. Suasana pembukaan terasa semakin hangat dengan hadirnya jajaran akademisi, kepanitiaan, serta para peserta finalis yang sudah tak sabar mempresentasikan rancangan prototipe bisnis mereka di hadapan dewan juri.
Menyapa para hadirin di mimbar acara, Ketua Pelaksana, Muhammad Rafi Pradifa, membuka sesi sambutan dengan memaparkan kesiapan serta tujuan dari terlaksananya ajang tahunan tersebut.
Estafet semangat kemudian dilanjutkan Ketua Umum HIMABI, Muhammad Doni Abdullah, yang menegaskan bahwa program kerja ini adalah wujud konkrit kontribusi organisasi terhadap upaya pengembangan dan penajaman skill mahasiswa.
Puncak prosesi pembukaan ditandai dengan arahan langsung dari Kepala Program Studi (Kaprodi) Administrasi Bisnis FISIP ULM, Hj Nurul Wahyuni, S.Sos., M.AB. Usai memberikan sambutan hangat yang memotivasi para peserta untuk berani berwirausaha, beliau secara resmi membuka kompetisi tersebut yang disimbolkan lewat pemukulan gong, diiringi gemuruh tepuk tangan audiens.
Memasuki arena kompetisi inti, lima tim mahasiswa unjuk gigi memamerkan inovasi bisnis yang sangat out of the box. Penampilan memukau diwarnai oleh aksi kepedulian lingkungan dari Tim Synergy yang berani menyulap limbah plastik menjadi produk bernilai jual lewat kreasi gantungan kunci custom bermerek ‘sajasul.key’.
Tak mau kalah sehat, Tim Next Aura menggebrak panggung lewat inovasi ‘komborneo’, sebuah racikan minuman kombucha sinbiotik yang secara khusus menggunakan bahan dasar buah endemik khas Kalimantan Selatan.
Persaingan pun terasa semakin ketat saat Tim Voc Sacovest mempresentasikan karya cerdas mereka di sektor ekonomi kreatif. Tim ini sukses mengundang decak kagum lewat inovasi sasirangan ecoprint 2 in 1, sebuah produk convertible fashion ramah lingkungan yang bentuk fungsinya bisa diubah secara praktis dari sebuah tas menjadi rompi atau vest trendi.
Dari ranah kuliner pastry, ide-ide segar juga bermunculan untuk memanjakan lidah kaum milenial. Tim Citrea & Co memperkenalkan ‘cheesekuit’, sebuah inovasi olahan pangan unik yang mengusung slogan berani from orange waste to creamy taste.
Sementara itu, Tim Sunkiss tak kalah menggiurkan dengan produk andalan mereka ‘kimbite’, yang berhasil mengawinkan cita rasa lokal dengan gigitan gaya camilan Korea ber-tagline local taste, Korean bite.
Rangkaian presentasi gagasan bisnis ini berlangsung sangat kompetitif hingga sore hari. Melalui kompetisi bergengsi semacam ini, diharapkan kelima purwarupa gagasan mahasiswa tersebut tidak berhenti sebatas menjadi karya lomba, melainkan benar-benar bisa diwujudkan menjadi lini usaha riil yang mampu mendongkrak roda ekonomi kreatif di Banua. (nug/KPO-4)















