BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Laga antara tuan rumah FC Utrecht melawan Go Ahead Eagles terpaksa dihentikan wasit pada sejak menit 65 akibat aksi protes dari suporter yang terus-menerus saat pertandingan berlangsung.
Para penggemar klub tersebut, melemparkan suar dan petasan ke lapangan dari balik spanduk putih, beberapa di antaranya dekat dengan kiper Go Ahead Eagles, Kjetil Haug .
Wasit Martin van den Kerkhof harus segera menghentikan pertandingan yang membuat para pemain langsung masuk ke dalam ruangan.
Tim tamu Go Ahead Eagles yang diperkuat pemain Timnas Indonesia, Dean James untuk sementara unggul 3-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Galgenwaard, Utrecht pada Minggu (6/8/2026) dinihari WIB.
Protes yang dilakukan pendukung FC Utrecht akibat hasil buruk yang diraih klub tersebut hingga terpuruk di dasar klasemen setelah hanya meraih satu poin dalam empat pertandingan di Eredivisie Liga Belanda.
Terlepas dihentikannya pertandingan tersebut, penampilan bek kiri Timnas Indonesia, Dean James cukup impresif dengan memenangkan tujuh kali duel atau 88 persen, umpan akurat 15 kali atau 79 persen dan sentuhan 38 kali.
Dean James pun mendapat rating dari flashscore cukup tinggi 7,1.
Selain hasil buruk di laga sebelumnya, tuan rumah FC Utrecht sempat tertinggal 0-3 atas Go Ahead Eagle.
Gol pertama Go Ahead Eagle tercipta pada menit 18, Mathis Suray yang berhasil menguasai bola dan melepaskan tembakan keras dari jarak jauh.da berhasil masuk ke sudut atas gawang. Vasilis Barkas hanya menggelengkan kepala tak percaya.
Tim tamu menambah gol di menit 49, dimana Soren Tengstedt menyambar bola lepas di dalam kotak penalti dan mengalahkan kiper dengan tembakan ke tiang kiri.
Sembilan menit kemudian,
Victor Edvardsen memperbesar keunggulan menjadi 3-0 buat Go Ahead usai menerima umpan rendah yang membelah pertahanan lawan di dalam kotak penalti dan mencetak gol! Tendangannya yang hebat masuk ke sudut kanan bawah gawang.
Tuan rumah Utrecht sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 pada menit 64 melalui Dani de Wit memanfaatkan bola rebound.
Bek Go Ahead Eagles, Joris Kramer, sempat menghalangi bola di dalam gawang, mencegah pemain Utrecht merebutnya kembali dengan cepat. Hal ini memicu para penggemar Utrecht untuk melemparkan sejumlah gelas plastik ke lapangan, yang mengakibatkan skorsing lagi.
Hukuman skorsing kedua biasanya berarti pertandingan akan dibatalkan secara permanen. Setelah berdiskusi dengan pihak berwenang terkait, Van den Kerkhof memutuskan untuk sepenuhnya membatalkan pertandingan setelah 65 menit.
Pertandingan akan dilanjutkan pada menit ke-65 pada hari Senin atau Selasa, tanpa penonton. (ful/KPO-3)















