Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Hutan Lindung Liang Anggang Dijaga 24 Jam

×

Hutan Lindung Liang Anggang Dijaga 24 Jam

Sebarkan artikel ini
1 3 klm 4 cm Hutan lindung
Gubernur Kalsel, H Muhidin mengecek langsung kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Selasa (1/9). (KP/Iwan)

Banjarbaru, KP – Hutan Lindung Liang Anggang menjadi salah satu titik yang dijaga ketat.

PIC penjagaan dikoordinir Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel dan Lanal Banjarmasin.

Kalimantan Post

Hutan Lindung Liang Anggang luasnya 960 hrktare.

Daerah sekitarnya area penggunaan lain (APL) struktur tanah di sana Gambut sehingga rentan terbakar. Risikonya apabila terbakar hebat maka berimbas langsung ke operasional Bandara Syamsudin Noor.

karena itu kawasan dijaga dan pasokan air secara terus menerus. Gubernur Kalsel, H. Muhidin, secara khusus mengecek langsung kawasan tersebut, Selasa (1/9).

“Hari ini (kemarin, red) kita bersama-sama turun ke lapangan. Melihat keadaan Hutan Lindung. Nah, di Hutan Lindung ini ternyata pembasahannya cukup bagus. Jadi aliran air yang kita ambil itu adalah aliran pasang surut,” ujarnya.

Muhidin mengatakan air disuplai dari saluran pembuang irigasi. Menurutnya karena pasang surut siang bisa diambil, malam surut kembali.

“Jadi kalau nanti siang dia pasang kita ambil, kita masukkan ke saluran-saluran yang ada. Dialirkan ke lahan-lahan.

Air sudah teratur dan baik di daerah sini,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum ke hutan lindung ia menemui kebakaran di pinggir jalan.

Bersama dengan TNI Angkatan Laut, Danlanal, bersama-sama untuk memadamkan tadi.

Dalam kesempatan itu ia mengajak berdoa agar dalam beberapa hari ini ada hujan menyeluruh.

“Mudah-mudahan kita berdoa lah, mudah-mudahan ada hujan,” harapnya.

Muhidin menyatakan suplai air ke lahan hutan lindung menggunakan mesin pendorong cukup efektif.

Jika air mengair merata maka kemungkinan bisa merendam lahan gambut.

“Insyaallah ini efektif. Tetapi kita jangan apa, jangan lengah.

Siapa tahu ada kebakaran juga kan, jadi kita harus siap juga dengan pemadaman di dalam hutan,” ucapnya.

Baca Juga :  Pompa Air Operasi Full 24 Jam

Muhidin mengapresiasi tim Dinas Kehutanan dan Lanal yang siaga 24 jam menjaga hutan lindung.

Secara bergantian menggunakan shif siang dan malam.

“Tugas bergantian, ya kan. Ini luar biasa, kami ucapkan terima kasih atas dedikasinya untuk memadamkan api dan menjaga Hutan Lindung ini. Jadi kita pembagian tugas.

Di Hutan Lindung ini, ini kita percayakan kepada Dinas Kehutanan bersama Danlanal, pasukannya. Sedangkan di Hutan apa—di Guntung Damar itu kita percayakan kepada Dinas ESDM bersama Lanud, Angkatan Udara.

Sedangkan di Pengayuan itu kita percayakan kepada Dinas Perkebunan dengan TNI AD. Jadi kami bagi dulu untuk menyatukan di daerah ini,” urainya.

“Pesan sekali lagi kepada masyarakat yang ada di Kalsel, tolong jangan membakar sembarangan. Anak-anak, adik-adik yang ada, jangan lah.

Jaga apa, lingkungan kita supaya jangan menjadi membesar dan asapnya terlalu banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menambahkan sebelumnya posisi air di hutan lindung tidak terlalu banyak dan alat yang dipunya juga tidak terlalu lengkap.

Kemudian intervensi Pemerintah Provinsi mengalokasikan 50 mesin serta beberapa alkon untuk membasahi daerah-daerah yang seperti Panggalaman.

Menurutnya seminggu yang lalu di sana ada yang terbakar.

“Sekarang ini sudah basah sehingga hampir tidak ada lagi asap yang keluar. Karena ini kan asap artinya api ada di bawahnya,” ujarnya.

50 mesin yang ada ditempatkan secara permanen untuk mengaliri daerah-daerah yang potensial ada api dengan harapkan tidak ke daerah yang dijaga saat ini.

“Mungkin dalam 4 hari ini sudah ketemu gelang kanal yang kita buat. Dengan adanya air di sekeliling Hutan Lindung, kemudian alat yang sudah terpasang, kita harapkan tidak ada lagi api atau asap yang ada di di areal Hutan Lindung,” katanya.

Baca Juga :  WhatsApp Sebut Kesalahan Sistem Buat Banyak Akun Pengguna Terblokir

Sebelumnya 121 hektar hektare dalam kawasan hutan sempat terbakar. Bahkan, APL di samping hutan lindung juga sebelumnya terbakar penuh.

“APL ini kita jaga juga karena jika terbakar percikan apinya bisa sampai ke hutan lindung,” ungkapnya. (mns/K-2)

Iklan
Iklan