Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Menang Desain Logo HUT Ke-21 Himpaudi, Ummi Fatia Dedikasikan untuk Guru dan Anak PAUD Terdampak Karhutla

×

Menang Desain Logo HUT Ke-21 Himpaudi, Ummi Fatia Dedikasikan untuk Guru dan Anak PAUD Terdampak Karhutla

Sebarkan artikel ini
IMG 20260901 WA0047 e1788257975752
Pengurus Himpaudi Kalsel, Ummi Fatia, menerima piagam penghargaan juara 1 desain logo HUT Himpaudi ke-21 di Trans Studio Cibubur, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Kalimantanpost.com - Foto/ReproPanitia

JAKARTA, Kalimantanpost.com – Ummi Fatia, pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kalimantan Selatan, terpilih sebagai pemenang Apresiasi Desain Logo HUT ke-21 Himpaudi.

Karya Fatia ditetapkan sebagai logo resmi peringatan HUT ke-21 Himpaudi yang diumumkan pada puncak perayaan di Trans Studio Cibubur, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Kalimantan Post

Perayaan tahun ini mengusung tema “21 Tahun HIMPAUDI: Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD” dan dihadiri pengurus Himpaudi dari berbagai daerah, tokoh pendidikan serta pejabat pemerintah.

Bagi Fatia, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia mendedikasikannya kepada para guru dan anak-anak PAUD di Kalimantan Selatan yang masih menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kemenangan ini saya persembahkan untuk anak-anak TK PAUD dan ribuan guru PAUD se-Kalsel yang saat ini masih berjibaku menghadapi asap karhutla,” ujar Fatia seusai menerima penghargaan.

Ia berharap kondisi karhutla tidak mematahkan semangat para pendidik dalam memberikan pendampingan dan pendidikan kepada anak-anak.

“Semoga guru-guru TK PAUD tetap semangat dalam mendidik tunas muda masa depan,” katanya.

Aktif di Dunia PAUD

Fatia tidak hanya aktif dalam organisasi profesi, tetapi juga terlibat langsung dalam pendidikan anak usia dini. Ia merupakan supervisor sekaligus guru di TK dan PAUD Pelita Insani Banjarbaru serta bagian dari pengurus Himpaudi Kalsel.

Pendidikan sarjananya ditempuh di Universitas Indonesia dan magister di Universitas Nasional Jakarta. Ia juga merupakan alumni SMA 2 Banjarbaru.

Sebagai praktisi, persoalan pendidikan, lingkungan belajar, tumbuh kembang dan kebutuhan anak usia dini menjadi bagian dari kesehariannya.

Menurut Fatia, PAUD bukan sekadar mengajarkan anak mengenal huruf dan angka. Pada fase tersebut, anak mulai membangun kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, mengenal lingkungan, mengembangkan kemandirian dan membentuk karakter.

Baca Juga :  Di Balik Gemuruh Demo Mahasiswa, Tiga Srikandi Curi Perhatian Lewat Aksi Penagih "Klakson" di Jalanan

Karena itu, ia menilai guru PAUD memiliki posisi penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia.

“Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, apa yang dilakukan guru PAUD bukan pekerjaan kecil. Mereka sedang menanam sesuatu yang mungkin baru akan dipanen bangsa ini bertahun-tahun kemudian,” ujarnya.

PAUD sebagai Investasi

Fatia berharap perhatian terhadap pendidikan anak usia dini terus diperkuat. Menurutnya, tantangan PAUD tidak hanya menyangkut pembelajaran, tetapi juga kualitas pendidik, lingkungan belajar, kesehatan dan perlindungan anak, keterlibatan keluarga hingga kesenjangan akses pendidikan.

Himpaudi Kalsel, lanjutnya, siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat pendidikan anak usia dini.

“Kami di Himpaudi tidak ingin hanya menjadi penonton dari kebijakan pemerintah. Jika pemerintah membutuhkan kekuatan masyarakat pendidikan untuk bersama-sama membangun anak usia dini, Himpaudi siap berada di dalam barisan itu. Kami siap bekerja, berkolaborasi, dan turun langsung memastikan kebijakan negara benar-benar sampai kepada anak dan keluarga,” katanya.

Fatia menilai PAUD harus ditempatkan sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

Pendidikan pada usia dini berperan dalam membentuk kepercayaan diri, karakter, kemandirian, kemampuan bersosialisasi hingga kepedulian anak terhadap lingkungan.

“Sudah saatnya PAUD ditempatkan sebagai investasi strategis negara. Bukan sekadar pelengkap sistem pendidikan, tetapi sebagai titik awal pembangunan manusia Indonesia,” tegasnya.

Puncak HUT ke-21 Himpaudi juga diisi pertunjukan seni dan pemberian apresiasi kepada guru-guru inspiratif dari berbagai daerah.

Bagi Fatia, penghargaan desain logo tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya peran guru PAUD dalam menyiapkan generasi masa depan.

Ia berharap pencapaian tersebut turut menyemangati para pendidik, khususnya guru PAUD di Kalimantan Selatan yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi karhutla.

Baca Juga :  Dinkes Kalsel Siapkan “Rumah Oksigen”

“Apa yang dilakukan hari ini mungkin belum langsung terlihat hasilnya, tetapi dari tangan merekalah fondasi generasi masa depan mulai dibangun,” pungkasnya. (Rof/KPO-1)

Iklan
Iklan