Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Jembatan Ambruk, Yamin Minta PUPR Inventarisasi Seluruh Jembatan Kayu Banjarmasin

×

Jembatan Ambruk, Yamin Minta PUPR Inventarisasi Seluruh Jembatan Kayu Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
IMG 20260901 WA0039 e1788250290206

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Peristiwa ambruknya jembatan kayu di Sungai Saka Harang, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan inventarisasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh jembatan, khususnya jembatan berkonstruksi kayu yang telah berusia puluhan tahun.

Kalimantan Post

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kondisi dan kekuatan jembatan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan masyarakat tetap terjamin.

“Semua kondisi bangunan jembatan yang sudah berusia lama perlu didata. Kalau sudah 20 sampai 30 tahun, harus ada catatannya. Termasuk yang pernah direnovasi atau diperbaiki, perlu dipastikan lagi kekuatan dan ketahanannya melalui pengujian,” ujar Yamin, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, hasil pemeriksaan nantinya harus menjadi dasar pemerintah menentukan penanganan, apakah jembatan masih layak digunakan, perlu diperbaiki, diperkuat, atau harus diganti.

Jika kapasitas jembatan terbatas, Yamin meminta agar dipasang rambu pembatas sesuai kemampuan konstruksi sehingga kendaraan dengan muatan berat tidak melintas.

“Kita harus memberikan pelayanan terbaik sekaligus memastikan keamanan jembatan yang ada di wilayah Kota Banjarmasin,” tegasnya.

Yamin mengakui, keberadaan jembatan kayu ulin masih banyak dikeluhkan masyarakat. Karena itu, seluruh jembatan tersebut diminta kembali disisir dan dipetakan berdasarkan tingkat kerusakan serta urgensi penanganannya.

“Banyak sekali keluhan terkait jembatan kayu ulin. Kita sudah sampaikan kepada dinas terkait agar didata kembali mana yang harus diperbaiki dan mana yang masih bisa diperkuat. Intinya, akan kita benahi,” katanya.

PUPR Catat 519 Jembatan

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin Kartika Estaurina mengatakan, pihaknya sebenarnya rutin melakukan pendataan kondisi jalan dan jembatan sebagai bagian dari evaluasi infrastruktur.

Baca Juga :  PMI Kalsel Tegaskan Kepengurusan Hj Ananda Sah, Hasil Muskot Sesuai AD/ART

“Setiap tahun kita ada survei kondisi jembatan dan jalan untuk mendapatkan data teknis. Di Kota Banjarmasin tercatat ada 519 jembatan dengan berbagai jenis konstruksi, mulai dari box culvert, gelagar baja, beton, hingga gelagar kayu,” ujar Kartika, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, sebagian jembatan di Banjarmasin masih menggunakan konstruksi kayu. Berdasarkan hasil survei teknis, sejumlah jembatan membutuhkan perbaikan, pemeliharaan berkala hingga penggantian total.

Terutama jembatan yang berada di ruas dengan lalu lintas kendaraan cukup tinggi dan sering dilintasi kendaraan berbeban berat.

“Kapasitas jembatan kayu pada dasarnya tidak dirancang untuk menahan beban yang sangat besar. Untuk ruas yang sering dilalui angkutan berat, jembatan kayu idealnya diganti dengan girder beton atau baja,” jelasnya.

Namun, penggantian jembatan kayu menjadi konstruksi permanen membutuhkan anggaran yang cukup besar. Karena itu, penanganannya dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas dan tingkat kerusakan.

Sejumlah Jembatan Masuk Pengawasan

Kartika mengungkapkan, hasil kajian kelayakan yang dilakukan PUPR juga menemukan sejumlah jembatan yang memerlukan perhatian khusus.

Salah satunya jembatan menuju Pelabuhan Bawang di kawasan Mantuil. Berdasarkan hasil uji kelayakan, sisa umur teknis jembatan tersebut diperkirakan sekitar lima tahun sehingga direkomendasikan untuk segera dibongkar dan diganti.

Selain itu, terdapat sejumlah jembatan yang mengalami persoalan struktur seperti penurunan dan lendutan, antara lain di kawasan Jembatan Tembus Mantuil, Alalak Utara, dan Sungai Gampa.

PUPR Banjarmasin juga menyiapkan langkah jangka pendek untuk mencegah kejadian serupa di jembatan yang kondisinya rentan. Salah satunya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membatasi kendaraan dengan muatan berlebih.

“Rencananya pada anggaran perubahan nanti akan ada alokasi perbaikan. Namun untuk saat ini, langkah awal yang kami ambil bersama Dishub adalah memasang pembatas muatan kendaraan di jembatan-jembatan yang rawan,” tuturnya.

Baca Juga :  DPRD Banjarmasin Awasi Tiga Proyek Infrastruktur TPAS Basirih, Target Selesai Akhir Tahun

Khusus jembatan kayu di kawasan Mantuil, PUPR Kota Banjarmasin juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan. Koordinasi dilakukan karena sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut berstatus jalan strategis provinsi.

Pemerintah Kota Banjarmasin berharap langkah inventarisasi dan pemeriksaan tersebut dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi jembatan di Kota Banjarmasin, sekaligus menjadi dasar penyusunan program perbaikan agar keselamatan masyarakat tidak kembali dipertaruhkan.(nau/PO-1)

Iklan
Iklan