BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kepedulian terhadap penyandang disabilitas terus diwujudkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. Melalui Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Banjarmasin bantuan santunan kepada komunitas tuna rungu diserahkan.
Santunan tersebut diserahkan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli, kepada perwakilan komunitas tuna rungu baru-baru tadi.
Zazuli menyampaikan bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian Pemko Banjarmasin kepada masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas. Ia berharap santunan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan para penerima.
“Sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin santunan ini merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah Kota. Mudah-mudahan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan membantu kebutuhan mereka” kata Zazuli, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, dukungan terhadap penyandang disabilitas tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan semata. Perhatian yang berkelanjutan serta komunikasi antara pemerintah dan komunitas juga dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih terbuka dan setara.
“Kami berharap silaturahmi dan komunikasi dengan komunitas tuna rungu terus terjalin dengan baik. Pemerintah tentu berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat kepedulian terhadap kelompok penyandang disabilitas.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya pelayanan dan lingkungan sosial yang semakin ramah bagi seluruh masyarakat.
Penyerahan santunan ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara Pemko Banjarmasin dan komunitas tuna rungu.
Pemko Banjarmasin berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan sehingga kebutuhan dan aspirasi penyandang disabilitas dapat tersampaikan dengan baik.
Pemko Banjarmasin juga menegaskan bahwa perhatian kepada penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya membangun kota yang inklusif.
Dukungan pemerintah diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui terciptanya kesempatan dan ruang yang setara bagi seluruh warga. (ham/KPO-3)















