Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kanwil Kemenkum Kalsel Dorong Keteladanan dalam Meningkatkan Kinerja

×

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kanwil Kemenkum Kalsel Dorong Keteladanan dalam Meningkatkan Kinerja

Sebarkan artikel ini
IMG 20260904 WA0038

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Balai Pertemuan Garuda Kanwil Kemenkum Kalsel, Kamis (3/9/2026). Mengusung tema “Meneladani Etos Kerja dan Kejujuran Nabi Muhammad SAW guna Meningkatkan Produktivitas serta Kinerja Organisasi”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas kedinasan.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Selatan, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), pejabat manajerial dan non manajerial, serta peserta Maganghub dan PPNPN di lingkungan Kanwil Kemenkum Kalsel.

Kalimantan Post

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Syaufi, dilanjutkan sambutan Kepala Kantor Wilayah, tausiah oleh Ustaz Muhammad Mubarak, serta pembacaan doa. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengimplementasikan keteladanan Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.

“Bukan hanya memperingati, tetapi bagaimana kita bisa meneladani keteladanan Nabi dalam kegiatan sehari-hari, seperti kasih sayang, toleransi, kepedulian, kesederhanaan, dan rendah hati,” pesan Kakanwil.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Mubarak mengajak jajaran Kanwil Kemenkum Kalsel untuk melihat perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai sumber keteladanan, khususnya dalam membangun etos kerja, kejujuran, amanah, dan kesederhanaan.

Disampaikan bahwa sejak usia muda, Rasulullah SAW telah mengenal dunia kerja. Beliau pernah menggembalakan kambing dan kemudian terlibat dalam aktivitas perdagangan bersama pamannya. Dalam perjalanan hidupnya, Rasulullah SAW dikenal memiliki kemandirian, kecintaan terhadap pekerjaan, serta etos kerja yang kuat.

Nilai yang paling menonjol dalam perjalanan tersebut adalah kejujuran dan amanah. Rasulullah SAW mendapat gelar Al-Amin karena dikenal sebagai sosok yang dapat dipercaya. Dalam menjalankan aktivitas perdagangan, beliau senantiasa mengedepankan keterbukaan dan tidak menyembunyikan kekurangan barang yang diperjualbelikan.

Baca Juga :  Air Baku Banjarmasin Kritis, Warga Mulai Bergantung pada Tangki PAM

“Al-Amin bukan sekadar gelar, tetapi merupakan karakter yang dibangun melalui kejujuran dan amanah,” disampaikan dalam tausiyah tersebut.

Menurut Ustaz Muhammad Mubarak, keteladanan Rasulullah SAW tersebut memiliki relevansi kuat bagi para pekerja dan ASN pada masa kini. Setiap individu perlu membangun citra diri atau self-branding yang positif melalui kecerdasan, integritas, amanah, dan kejujuran, bukan sekadar melalui pencitraan.

Selain etos kerja, Rasulullah SAW juga memberikan teladan mengenai kesederhanaan. Meskipun memiliki kesempatan untuk hidup dalam kemewahan, beliau tetap menjalani kehidupan secara sederhana dan mengutamakan pemanfaatan harta untuk kepentingan dakwah dan kemaslahatan.

Keteladanan Rasulullah SAW juga tercermin dalam sikap kasih sayang dan kesabaran kepada sesama. Dalam tausiyah disampaikan kisah tentang kepedulian Rasulullah SAW kepada seorang pengemis buta yang kerap mencaci beliau. Rasulullah tetap menunjukkan kelembutan dan kepedulian dengan menyuapinya, tanpa membalas perlakuan buruk tersebut.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalitas dalam bekerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan tugas, tetapi juga bagaimana seseorang membangun sikap sabar, peduli, rendah hati, dan mampu menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Kepada para ASN dan pekerja, Ustaz Muhammad Mubarak juga berpesan agar pekerjaan dijalankan dengan penuh rasa cinta, kesabaran, dan keikhlasan. Berbagai tantangan dalam pekerjaan hendaknya dihadapi tanpa mudah mengeluh, dengan menjadikan setiap dedikasi sebagai bagian dari ibadah dan upaya memperoleh rida Allah SWT.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di lingkungan Kanwil Kemenkum Kalsel pun diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi mampu diterjemahkan ke dalam perilaku kerja sehari-hari. Kejujuran, amanah, tanggung jawab, kepedulian, kesederhanaan, dan etos kerja Rasulullah SAW diharapkan menjadi nilai yang terus tumbuh dalam diri setiap jajaran.

Baca Juga :  Lima Hari Air Bersih Terganggu, Dirut PTAM Bandarmasih Kawal Distribusi ke Warga Kelayan

Dengan demikian, keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi landasan moral dalam mewujudkan aparatur yang berintegritas, bekerja dengan ikhlas, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas dan kinerja organisasi. (KPO-1)

Iklan
Iklan