Barabai, KP – Sering terjadinya banjir, untuk tahun 2021, sudah lima kali banjir melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Peristiwa tersebut membuat warga dari hulu Pegunungan Meratus hingga Kota Barabai, dan desa-desa hilir sungai merasa was-was oleh bencana yang sebelumnya mengabisakan kerugian yang tak terhitung jumlahnya.
Salah satu daerah hilir sungai yang diterjang banjir adalah Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan. Dalam aliran sungai setempat, terdapat begitu banyak sampah dan material bawaan banjir yang menyumbat aliran sungai tersebut. Merasa khawatir dengan kondisi tersebut, warga Desa Kayu Rabah bersama Balakar 654 Murakata gotong-royong lakukan pembersihan.
Menurut Rahmadi Perangkat Desa Kayu Rabah, Rabu (1/12/2021), Pihaknya bersama warga Desa Kayu Rabah berinisiatif gotong-royon melakukan pembersihan sungai tersebut untuk yang kesekian kalinya.
Ia menambahkan, Dalam gotong-royong kali ini turut dibantu oleh para relawan yang tergabung dalam Balakar 654 Murakata guna air di desa tersebut cepat mengalir turun.
“Kondisi sungai lambat turun, warga disini terdampak baik untuk bertani maupun beraktivitas lainnya. Karena, rumah-rumah juga sempat terendam banjir,” ungkapnya.
Kemudian, Recananya kegiatan pembersihan tersebut akan berlangsung sampai selesai (bersih) supaya aliran sungai ini cepat turun.
“Mudah-mudahan tidak ada menyumbat lagi di sungai ini,” harapnya.
Terkait upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah di sungai tersebut, menurut Rahmadi saat ini masih kurang tahu. Akan tetapi, dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah ada mengontrol, dan belum terlihat geraknya.
Maka dari itu, masyarat pun merasa sangat prihatin terhadap upaya penanganan dan pencegahan yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten HST karena Bumi Murakata sudah yang kelima kalinya diterjang banjir.
Pada saat yang sama H Taufik, yang juga salah seorang pengembang perumahan di HST langsung turun kelapangan sejak malam hari konsultasi dengan masyarakat tentang kegiatan pembersihan sungai.
H Taufik merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat, yang terdapat banjir, yang banyak kehilangan harta benda karena rusak.
Oleh karena itu dirinya dan balakar sering komikasi, untuk gotong royong pembersihan sungai, rencana beberapa hari kedepan ini ada beberapa titik lagi sungai yang akan dibersihkan.
Mudahan berjalan lancar dan masyarakat juga kompak membantu,ungkapnya.saat ditemui di tempat pembersihan sunggai.
Sementara itu, Taspudinnorr Penasehat Balakar 654 Murakata, Pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait kerja bakti pembersihan sungai. Mendengan informasi tersebut, pihaknya langsung turun sekitar 15 unit dengan kekuatan lebih dari 50 personil turun membantu masyarakat Desa Kayu Rabah.
Ia juga menambahkan, mereka juga sangat prihatin terhadap Kabupaten HST berulang kali terdampak banjir, yang salah satu sebabnya, karena air lambat turun.
“Penurunan debit air sangat sedikit dan sangat lamban, karena banyak yang menyumbat bisa sampai 4 hari baru turun. Khawatir dengan keadaan sehingga berinisiatif turun gotong-royong mengatasi ini,” tuturnya.
Selain itu, Taspudinnorr bersama sejumlah relawan mewakili Ketua Umum mengharapkan kepada Pemerintah Daerah agar bisa secepatnya menindaklanjuti permasalahan ini.
“Kalau pekerjaan ini dilaksanakan secara manual dari titik-titik yang ada di Kabupaten HST akan sulit ditangani, maka dari itu kolaborasi atau kerjsama mungkin sangat diperlukan. Supaya penanganan banjir di HST cepat ditangani,” tutupnya. (adv/ary/K-6)















