Banjarmasin, KP – Embel-embel sekolah favorit rupanya masih ada dan melekat di Kota Banjarmasin. Padahal, perintah pusat sudah melakukan pemerataan mutu pendidikan dengan membuka pendaftaran dengan sistem zonasi.
Sebagaimana kita tahu, sistem zonasi yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan emang punya tujuan utama yaitu meratakan mutu sekolah dan pendidikan di Indonesia sejak tahun 2019 lalu.
Nah, salah satunya adalah dengan meniadakan konsep sekolah favorit dan sekolah tidak favorit.
Selama ini, sekolah favorit identik sebagai tempat pendidikan yang menampung siswa dengan kemampuan akademis tinggi. Sekolah itu juga dilengkapi fasilitas penunjang dan kualitas guru yang mumpuni.
Rupanya hal tersebut masih belum merata terjadi di Kota Banjarmasin. Khususnya di sekolah yang berada di pinggiran kota, Salah satunya adalah SMP Negeri 32 Banjarmasin.
Wakil Kepala Sekolah, Bidang Kurikulum SMPN 32 Banjarmasin Agus Widodo mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya sudah tidak lagi membuka pendaftaran siswa baru dengan jalur prestasi.
“Karena beberapa kali dibuka, pendaftar pun juga tidak ada,” ungkapnya saat ditemui awak media di sela melayani pendaftaran siswa baru, Senin (20/06) siang.
Ia menjelaskan, siswa yang mendaftar jalur prestasi lebih memilih sekolah yang ada di tengah kota. Misalnya SMP Negeri yang ada di kawasan Jalan Mulawarman, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
“Bahkan sampai-sampai kuota tiga rombel yang kita buka tidak terpenuhi. Tahun kemarin saja terisi dua rombel saja dari tiga rombel yang kita buka,” ucapnya.
Kendati demikian, Agus menilai bahwa pihaknya sudah menganggap kondisi tersebut adalah hal yang wajar. Lantaran banyaknya sekolah dengan jenjang yang sama di kawasan Alalak Utara.
“Mulai dari yang swasta sampai pesantren. Kebanyakan siswa ke sekolah swasta, salah satunya pesantren. Banyak juga yang ke luar daerah,” imbuhnya.”Dan ini sudah lama terjadi seperti ini,” ungkapnya.
Karena itulah, Agus mengaku pihaknya hanya membuka dua jalur pendaftaran siswa baru, yakni afirmasi dan zonasi.
Hal tersebut juga diakui oleh salah satu orangtua siswa. Sanah, ia mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 15 Banjarmasin, yang notabenenya berlokasi di Kuin Utara.
“Anak saya yang mau sekolah disini. Rencananya mau masuk jalur prestasi. Mungkin SMP ini (SMP Negeri 15 Banjarmasin) dinilai bagus. Apalagi teman-temannya juga banyak yang masuk ke sekolah ini,” ujarnya.
Diketahui, status ‘sekolah favorit’ atau ‘sekolah unggulan’ pada jenjang sekolah mulai dari SD hingga SMA atau SMK selalu menjadi perbincangan bagi masyarakat, terutama di kalangan orang tua dan peserta didik.
Status tersebut kerap menjadi kompetisi tersendiri bagi para orang tua dan peserta didik di setiap tahunnya menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Mereka berlomba agar dapat memasukkan anaknya ke sekolah yang dianggap sebagai ‘favorit’ atau ‘unggulan’. (Kin/K-3)















