Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

DPR Minta Penanganan Stunting Jadi Prioritas

×

DPR Minta Penanganan Stunting Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Hal 10 1 KLm Arufah Arif
Arufah Arif

Angka stunting terutama di Kelurahan Basirih, Tanjung Pagar, di Kelurahan Pekauman, dan Kelurahan Teluk Dalam yang dilaporkan angkanya cukup tinggi

BANJARMASIN, KP – Permasalahan stunting cukup mendapat perhatian serius DPRD Kota Banjarmasin dan meminta agar Pemko secepatnya mengambil langkah menuntaskan masalah kekurangan gizi pada balita dan anak itu.

Kalimantan Post

” Kita sudah minta kepada Pemko Banjarmasin agar program penangananya dijadikan skala prioritas,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin. Arufah Arif.

Kepada {KP} Kamis (14/7/2022) Arufah mengungkapkan, harapan itu sudah disampaikan melalui rekomendasi yang dikeluarkan pihak dewan dalam menyikapi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Banjarmasin tahun anggaran 2021.

Penanganan stunting kata Arufah Arif, terutama di Kelurahan Basirih, Tanjung Pagar, di Kelurahan Pekauman dan Kelurahan Teluk Dalam yang dilaporkan angkanya cukup tinggi.

Ia menjelaskan, Pemko Banjarmasin harus mampu menurunkan prevalensi stunting minimal 14 persen sesuai ditargetkan pemerintah secara nasional.

Disebutkan berdasarkan laporan diterima, angka stunting di Kota Banjarmasin berada pada angka 27,8%, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

“Untuk itulah berbagai upaya harus terus dilakukan, agar stunting bisa berada di 14 persen pada tahun 2024 nanti, sesuai dengan target nasional untuk pembangunan Generasi Emas,” ujarnya.

Sebelumnya Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin terus berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait betapa pentingnya menjaga kebutuhan gizi.

Hal itu disampaikan Sekretaris DPPKBPM Kota Banjarmasin Roosmarini Isfianti usai rapat kerja dengar pendapat dengan komisi IV DPRD Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, stunting atau masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang bisa mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak, sehingga menjadi urusan wajib bagi tiap daerah untuk penanganan secara cepat dan tepat.

Baca Juga :  Dari Darurat Sampah ke Peluang Usaha, Pak Basuki Warga Banjarmasin Sulap Botol Plastik Jadi Sofa

Menurutnya masyarakat perlu memahami faktor apa saja yang menyebabkan stunting.

Stunting jelasnya, merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Kekurangan gizi dalam waktu lama bisa terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak atau 100 Hari Pertama Kelahiran.

Penyebabnya lainnya adalah, karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. (nid/K-3)

Iklan
Iklan