Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Tambatan Speedboat Diminta Bergeser ke Dermaga Ujung Murung

×

Tambatan Speedboat Diminta Bergeser ke Dermaga Ujung Murung

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm Diskusi Proyek Apung
MENGUKUR - Dinas PUPR Banjarmasin bersama pihak Kontraktor dan konsultan sedang melakukan pengukuran awal pembangunan jembatan apung di bawah Jembatan Dewi. (KP/Zakiri)

Tempat bertambat speedboat miliknya beserta kawanan motoris lainnya itu akan digeser ke depan Siring Patung Bekantan.

BANJARMASIN, KP – Dimulainya pembangunan jembatan apung penghubung Siring Piere Tendean, tepatnya Patung Bekantan dengan Siring Kampung Ketupat berdampak pada dermaga tempat bertambatnya speedboat di bawah Jembatan Dewi.

Kalimantan Post

Alhasil, dermaga sederhana yang sudah ada sejak puluhan tahun itu terpaksa dibongkar akibat jembatan yang rencananya dibangun dengan material plastik silinder apung tersebut.

Namun, para motoris speedboat yang biasanya mangkal di sana rupanya masih belum mendapat kejelasan akan dipindah kemana jika dermaga tempat mereka bertambat itu dibongkar demi pembangunan jembatan apung oleh Dinas PUPR Banjarmasin.

Salah satu motoris speedboat yang mangkal di sana, Rohansyah mengaku bahwa dirinya baru saja mengetahui adanya rencana pembangunan jembatan apung yang melintas dibawah Jembatan Dewi tersebut.

“Dapat kabar akan dibangun jembatan apung ini baru saja, tidak sampai satu bulan,” ucapnya saat ditemui Kalimantan Post belum lama tadi.

Berdasarkan informasi yang ia dapat, tempat bertambat speedboat miliknya beserta kawanan motoris lainnya itu akan digeser ke depan Siring Patung Bekantan.

Menurut pria berusia 63 tahun itu, nantinya di depan siring Patung Bekantan akan dipasang tiang berupa kayu galam untuk dijadikan tempat mengikat tali tambatan speedboatnya.

“Tapi kalau waktunya mepet seperti ini susah bagi kami untuk menyiapkannya. andai pemberitahuan ini dilakukan jauh-jauh hari, kami bisa menyiapkan alat untuk memasang galamnya,” keluhnya.

“Karena mencari galam sepanjang 7 meter yang ditancapkan ke sungai itu memerlukan waktu, belum pemasangannya, tidak sehari dua hari,” tambahnya.

Meski baginya pengerjaan jembatan apung di bawah Jembatan Dewi ini merupakan hal positif bagi pembangunan kota, namun ia menekankan agar Pemerintah Kota (Pemko) khususnya Dishub Banjarmasin juga harus memperhatikan nasib mereka.

Baca Juga :  Hingga Awal Agustus, Kebakaran di Banjarmasin Capai 63 Kasus, Wilayah Barat Paling Banyak

“Intinya kami menunggu kejelasan dari Dishub akan dipindahkan ke mana,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Banjarmasin, Slamet Begjo menjelaskan, bahwa pembongkaran dermaga sekaligus tempat tambatan speedboat di bawah Jembatan Dewi itu terpaksa dilakukan agar proses pembangunan jembatan apung tersebut bisa berjalan lancar.

“Karena (dermaga) itu bukan milik kita (Pemko Banjarmasin) itu milik perorangan. Jadi ketika proses pengerjaan jembatan apung itu dimulai, para motoris speedboat yang mangkal di sana, kuta minta bergeser ke Dermaga Ujung Murung,” jelasnya.

Ia mengklaim, bahwa pihaknya bersama Dinas PUPR Banjarmasin sudah mensosialisasikan rencana penggeseran tersebut kepada para motoris speedboat di bawah Jembatan Dewi.”Kita juga sudah melakukan pendekatan kepada mereka, dan Alhamdulillah mereka bersedia,” ujarnya

Menurutnya, dipindahkannya lokasi mangkal motoris speedboat Jembatan Dewi itu bakal bersifat permanen lantaran lokasi awal tempat para motoris speedboat itu mangkal tertutup oleh jembatan apung.

“Otomatis mereka terpaksa tidak bisa lagi mangkal di sana. Makanya kita carikan mereka tempat yang lebih representatif bagi operasional mereka,” ungkapnya.

Namun, Slamet mengaku bahwa dalam waktu dekat Dishub Banjarmasin bakal membangun shelter air yang lokasinya masih berdekatan dengan dermaga yang dibongkar itu.”Tahun ini kita akan membangun shelter air di Siring Kampung Ketupat dan Siring Nol Kilometer,” bebernya.

“Memang tujuan utamanya untuk menunjang pengembangan wisata sungai di Banjarmasin, tapi mereka (motoris speedboat) masih dipersilahkan untuk bertambat di sana,” tuntas Slamet. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan